Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Ombudsman: Praktik Pungli di Sulsel Terbanyak Terjadi di Sekolah

Selain di sekolah, Ombudsman juga kerap mendapatkan laporan dugaan pungli yang terjadi di Kelurahan dan Kecamatan.

Penulis: Hasan Basri | Editor: Ina Maharani
TRIBUN TIMUR/SALDY
Ketua Ombudsman Sulsel, Subhan Djoer 

Laporan wartawan Tribun Timur Hasan Basri

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR--Lembaga Pengawasan dan Pengaduan Masyarakat Ombudsman Sulawesi Selatan, mengakui, mendapati dan menerima banyak  laporan dari masyarakat terkait praktik pungutan liar (Pungli) setahun terakhir.

Ombudsman mencatat, pengaduan paling banyak diterima  yakni terjadi di sekolah-sekolah. Praktik pungli  dilaporkan beraneka ragam, seperti keharusan membeli baju seragam, buku, serta pungutan pasca pendataran ulang siswa baru.

"Selama ini, laporan dugaan pungli paling banyak masuk  terjadi di Lingkungan Sekolah, dan kejadian seperti ini setiap tahun ada,"kata Ketua Ombudsman RI Sulsel, Subhan kepada Tribun.

Selain di sekolah, Ombudsman juga kerap mendapatkan laporan dugaan pungli yang terjadi di Kelurahan dan Kecamatan.

"Sebagian laporan itu sudah ditindak lanjuti dan disampaikan kepada pimpinanya dalam hal ini Walikota dan Kepala Dinas Pendidikan," kata Subhan.

Maraknya laporan itu kata Subhan dibutuhkan ketegasan Walikota Makassar untuk memberikan tindakan tegas terhadap jajaranya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved