Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Warga Gowa Bakar Lilin di Makam Sultan Hasanuddin

Namun sayang, media yang hendak meliput tidak diizinkan masuk dengan alasan harus ada rekomendasi dari cagar budaya.

Penulis: Waode Nurmin | Editor: Anita Kusuma Wardana
HANDOVER
Beberapa warga Gowa mendatangi makam Sultan Hasanuddin di Jl. Pallantikang, Kelurahan Tombolo, Kecamatan Somba Opu, Selasa (13/9/2016) malam. 

Laporan Wartawan Tribun Timur Wa Ode Nurmin

TRIBUN-TIMUR.COM, SUNGGUMINASA- Beberapa warga Gowa mendatangi makam Sultan Hasanuddin di Jl. Pallantikang, Kelurahan Tombolo, Kecamatan Somba Opu, Selasa (13/9) malam.

Warga yang juga sebagian mahasiswa dari UIN Alauddin ini datang dengan membakar lilin di makam pahlawan nasional asal Sulsel tersebut.

Namun sayang, media yang hendak meliput tidak diizinkan masuk dengan alasan harus ada rekomendasi dari cagar budaya.

Penjaga itu pun mengatakan jika kedatangan para mahasiswa hanyalah untuk melakukan ritual. "Bukan ji terkait persoalan Maddusila, " katanya.

Keterangan dari salah satu mahasiswa, Rahmat, dia datang untuk memberikan bentuk keprihatinan atas kejadian kisruh antara Pemerintah Gowa dan Kerajaan Gowa.

"Karena ada informasi di medsos akan diadakan bakar lilin di makam Sultan Hasanuddin, makanya saya kesini. Saya hanya ikut prihatin dengan persoalan yang terjadi di Gowa," katanya.

Rahmat juga mengaku menyayangkan jika sampai ada percekcokan akibat kontroversi lahirnya peraturan daerah (Perda) LAD.

Aksi bakar lilin ini cukup menyita perhatian warga sekitar, dan sempat membuat area makam sedikit diramaikan warga. Mereka terlihat penasaran dengan kedatangan sejumlah mahasiswa malam-malam dan membakar lilin.

Bahkan dari pantauan, seorang perempuan berhijab tiba-tiba menangis tersedu-sedu sebelum meninggalkan lokasi makam. Sehingga digiring kembali kedalam untuk ditenangkan.(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved