Kisah di Balik Nama
Ternyata, Prof Marwan Awalnya Bernama Marwang
Kedua orangtuanya berharap dia menjadi pejuang laiknya Marwan bin Muhammad (745-750 M), panglima perang Bani Umayyah.
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Akademisi Universitas Bosowa (Unibos) 45 Prof Dr Marwan Mas punya kisah di balik namanya. Akademisi ini menjelaskan perihal namanya, beberapa waktu lalu, sebelumnya jujur mengakui takut naik pesawat, Kamis (11/8/2016).
Bukan Marwan nama "lahiriah" Guru Besar Fakultas Hukum Uninos itu.
Saat bayi hingga tamat Sekolah Dasar (SD), dia bernama Marwang. "Jadi pakai ‘g’ di belakang, asli okkots," ujar Marwan kepada Tribun-Timur.com, beberapa waktu lalu.
Marwang, itulah pria yang kini jadi profesor hukum itu. Kedua orangtuanya melabelkan nama itu dengan harapan sang anak kelak menjadi panglima perang yang disegani.
Kedua orangtuanya berharap dia menjadi pejuang laiknya Marwan bin Muhammad (745-750 M), panglima perang Bani Umayyah.
Marwan bin Muhammad bergelar Marwan II. Dia khalifah terakhir Bani Umayyah yang berkuasa dari Damaskus.
Sebelum menjadi khalifah, Marwan telah menjabat sebagai Gubernur Azerbaijan. Dalam kapasitas ini beberapa kali ia mengadakan perang terhadap Khaganat Khazar, memenangkan kejayaan Phirrik namun tak sanggup mengokohkan penaklukannya.
Marwan kemudian berkuasa setelah sepupunya Ibrahim bin Walid mengundurkan diri dan pergi ke tempat persembunyian. Marwan mewarisi kekhalifahan yang sedang pecah. Perasaan anti-Umayyah telah sangat merata khususnya di Iran dan Irak, dan Bani Abbasiyah telah memperoleh banyak pengikut. Masa jabatan Marwan sebagai khalifah hampir secara penuh dicurahkan untuk upaya menjaga kekuasaan Bani Umayyah.
Marwan ternyata tidak sanggup melakukannya. Walaupun memperoleh kemenangan pada awalnya, ia akhirnya dikalahkan secara meyakinkan oleh Abul Abbas As-Saffah dari Bani Abbasiyah dalam pertempuran di bantaran Sungai Zab. Hanya dalam pertempuran itu, lebih dari 300 anggota keluarga Umayyah terbunuh.
Marwan kemudian pergi mencari perlindungan menyusul kekalahannya. Berharap menemukan perlindungan di barat, ia lalu pergi ke Mesir. Namun ia tertangkap saat melintasi Sungai Nil dan terbunuh. Kematiannya menandai berakhirnya kekuasaan Bani Umayyah di timur, dan hampir saja mengakhiri keberadaan Bani Umayyah. Pembunuhan massal Bani Umayyah segera saja dilakukan oleh Bani Abbasiyah. Hampir seluruh keturunan Bani Umayyah terbunuh, kecuali Abdurrahman bin Muawiyah yang melarikan diri ke Spanyol dan mendirikan pemerintahan Islam di Al-Andalus.
Jadi Marwan
Kisah Marwan bin Muhammad itu sangat melekat pada orangtua Prof Marwan. Makanya anak lelakinya dia beri nama sang panglima. Tapi karena dia tumbuh di tengah keluarga Bugis, Marwan menjadi Marwang.
"Makanya ijazah SD itu agak beda namanya karena saya hilangkan G-nya kemudian," ujar Prof Marwan.
Tamat SD, Marwan dimasukkan di sekolah Pendidikan Guru Agama (PGA) 4 tahun. Sejatinya, setamat PGA ini, Marwan menjadi guru besar.
Tapi haluan hidup melempeng dari harapan awal itu. Saat jedah menunggu ke jenjang pendidikan formal berikutnya, paman Marwan datang mengubah "haluan" remaja itu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/marwan3_20160206_151850.jpg)