Kisah di Balik Nama
Ternyata, Prof Marwan Awalnya Bernama Marwang
Kedua orangtuanya berharap dia menjadi pejuang laiknya Marwan bin Muhammad (745-750 M), panglima perang Bani Umayyah.
"Paman saya meminta saya masuk polisi. Paman saya itu memang polisi. Orangtua saya setuju, apalagi saya memang diharapkan jadi panglima perang, kan, he...he...," ujar Marwan.
Marwang lulus. Jadilah Marwan polisi berpangkat kopka, 1981. Marwan menyandang status polisi hingga 1999.
Setelah menuntaskan penyidikan kasus pembunuhan satu keluarga di Karunrung, Makassar, Marwan mendapat peluang menjadi dosen.
Dia ditawari mengajar di Universitas 45 (kini Universitas Bosowa 45). Pas, dengan tujuan pendidikan awalnya, pendidik.
Marwan pun minta pensiun dini.
"Saya pensiun per 1 April 1999. Saya sudah capek hormat, he..he...," katanya.
Marwan "mulus" pensiun. Selain karena aturan pensiun dini bagi anggota Polri waktu itu masih longgar, dia juga sudah berkarier di kepolisian selama 18 tahun. Syarat untuk pensiun dini bagi anggota Polri waktu itu, minimal sudah 17 tahun mengabdi.
"Kalau saya tidak pensiun dini waktu itu, tidak mungkin saya jadi profesor. Alhamdulillah. Itulah garis tangan. Itulah takdir saya," kata Marwan.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/marwan3_20160206_151850.jpg)