Bukan 'Indonesia Raya', Siswa Baru Diwajibkan Nyanyikan Mars Perindo
Suara kelas laiknya, lagu tayangan iklan di TV milik pendiri Perindo, Harry Tanoesoedibyo.
Editor:
Edi Sumardi
TRIBUN TIMUR/MUNAWWARAH AHMAD
Siswa baru di SMAN 21 Makassar, Sulawesi Selatan, dipaksa menyanyikan mars Partai Perindo pada hari terakhir pelaksanaan kegiatan Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS), Rabu (20/7/2016).
Perindo didirikan Hary Tanoesoedibjo, pengusaha dan pemilik MNC Group, sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang media.
Perindo dideklarasikan 7 Februari 2015 di Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta, setelah berubah dari ormas dengan SK Nomor 562-SK/DPP-Partai Perindo/X/2015.
Mulai dari mantan anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Ryaas Rasyid, mantan Mantan Kepala Staf Sosial Politik (Kassospol) ABRI Letjen (Purn) Syarwan Hamid, hingga beberapa mantan politikus partai lain bergabung menjadi jajaran pengurus DPP Partai Perindo.
Sektertariat DPP Partai Perindo, Jl Diponegoro, nomor 29, Menteng, Jakarta Pusat, tak jauh dari kediaman Ketua Umum DPP PDI-Perjuangan Megawati Soekarnoputri.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/pls_20160720_211235.jpg)