CITIZEN REPORTER

Catatan Duka Selama Dua Tahun Kehadiran Islamic State

Beberapa minggu kemudian, sempat beberapa kali Abu Bakar Al-Baghdady dimunculkan melalui rekaman suara

Catatan Duka Selama Dua Tahun Kehadiran Islamic State
tribunnews
Foto tak bertanggal yang dirilis Selasa, 25 Agustus 2015 di situs media sosial yang digunakan oleh militan Negara Islam, yang telah diverifikasi, menunjukkan asap dari peledakan kuil Baalshamin berusia 2.000 tahun di kota kafilah kuno Palmyra, Suriah 

Syarifuddin Abdullah |
30 Juni 2016 / 25 Ramadhan 1437H

Dua tahun silam, sepanjang bulan Juni 2014, Irak dan Suriah mengalami rangkaian peristiwa yang kemudian menjadi penanda bahwa dua negara itu sedang menuju kekacauan, yang belum pernah terjadi terhadap satu nation-state dalam sejarah modern.

Pada 10 Juni 2014, kelompok teror dengan nama yang baru - ISIS (Islamic State in Iraq dan Sham) - menyerbu kota terbesar kedua Irak, Mosul, dan hanya perlu sekitar dua-tiga hari untuk memaklumkan telah menguasai kota secara total. Hingga saat ini, tidak pernah ada analisis yang kredibel tentang bagaimana hal itu bisa terjadi, padahal di Provinsi Ninawa dengan ibukota Mosul saat itu terdapat paling kurang tiga divisi militer reguler Irak.

Dan sekitar 20 hari kemudian, dengan menggunakan momentum tanggal 01 Ramadhan 1435H (bertepatan 29 Juni 2014), Abu Bakar Al-Baghdady, pemimpin ISIS, memaklumkan pendirian Khilafah Islamiyah, sekaligus perubahan nama dari ISIS (Islamic State in Iraq dan Sham) menjadi hanya IS (Islamic State).

Dan sejak itu, ribuan nyawa manusia melayang: para kombatan di medan tempur, para mujahid yang memilih menjadi martir, orangtua, anak-anak, wanita, yang saya cukup yakin bahwa sebagian besar dari mereka tidak memahami inti atau latar belakang konflik yang memicu kemunculan IS.

Beberapa hari kemudian, pada 05 Juli 2014, divisi media IS me-release vidoe rekaman Abu Bakar Al-Baghdady ketika bertindak sebagai khatib Jumat di Masjid Agung Kota Mosul pada Jumat 04 Juli 2014 (07 Ramadhan 1435H).

Hingga saat ini, itulah penampilan visual pertama - dan sekaligus yang terakhir - Abu Bakar Al-Baghdady. Beberapa minggu kemudian, sempat beberapa kali Abu Bakar Al-Baghdady dimunculkan melalui rekaman suara (yang tidak bisa dikonfirmasi originalitasnya).

And no body can confirm, either Al-Baghdady is still alive or not. Secara pribadi, saya lebih cenderung mengatakan Abu Bakar Al-Baghdady telas tewas (dengan sejumlah alasan, yang in sya' Allah akan disampaikan pada artikel terpisah di lain kesempatan).

Lalu apa yang terjadi sejak dan selama dua tahun IS berdiri?

Sepanjang pengamatan saya selama dua tahun terakhir terhadap nyaris seluruh lapisan dan aliran pengamat di tingkat regional Timur Tengah dan pada level global, tidak ada satupun yang dapat memastikan episode lanjutannya.

Halaman
12
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved