Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Polisi Pastikan Begal Sadis Makassar yang Tewaskan Septian Sudah Ditembak

Dua pelaku pembegal sadis itu adalah warga Rappocini. Mereka adalah, Emil Salim alias Emil (19) warga lorong 3 dan Supriyadi alias Jony (18)

Penulis: Darul Amri Lobubun | Editor: Ina Maharani
HANDOVER
Keponakan legislator DPRD Sulsel Armin Mustamin Toputiri, Septian Nuransa meninggal dunia setelah dirawat di RSUD Wahidin Sudirohusodo, Minggu (19/6/2016) dinihari tadi. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Darul Amri Lobubun

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Direktorat Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) unit Resmob Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) memastikan pelaku yang membegal Septian Nuransa warga telah ditembak.

"Ada dua pelakunya yang sudah kami tangkap pada tanggal 13 juni lalu,salah satu pelaku telah ditembak karena berusaha lari," kata Kepala Unit (Kanit) Resmob Polda Sulsel Ajun Komisaris Polisi (Akp) Mochamad Yunus Saputra, Minggu (19/6/2016).

Dua pelaku pembegal sadis itu adalah warga Rappocini. Mereka adalah, Emil Salim alias Emil (19) warga lorong 3 dan Supriyadi alias Jony (18) warga lorong 1. Keduanya ditangkap oleh Satgas Tegas Lipu Polda Sulsel.

Pelaku yang ditembak adalah Emil. Ia diketahui adalah pembegal yang paling sadis diantara kelompoknya, setiap kali beraksi Emil selalu menggunakan alat tajam berupa sebilah parang.

Korban begal Emil, Septian Nuransa  dikabarkan oleh keluarga telah meninggal dunia

Septian yang diketahui adalah keponakan dari salah satu legislator DPRD Sulsel, Armin Mustamin Toputiri telah meninggal di RS Wahidin Minggu (19/6/2016) dinihari.

“Allahu Akbar! innalillahi wa inna ilayhi rajiuuun, selamat jalan ponakanku korban begal. Semoga engkau diterima dgn baik di sisi-Nya. Al Fatihah,” tulis Armin bebepa menit setelah ponakannya dinyatakan meninggal dunia

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved