Ramadan 1437 H
Bagaimana Pintu Rezeki Anda Ditutup dan Rezeki yang Lain Dibuka?
Lalu ketika dia keluar dari perut ibunya dan terputus jalan rezeki itu, Allah membuka untuknya dua jalan rezeki yang lain
« ุฃููููููุง ุงููููุงุณู ุฅูููู ุงูููููู ุทููููุจู ูุงู ููููุจููู ุฅููุงูู ุทููููุจูุง ููุฅูููู ุงูููููู ุฃูู ูุฑู ุงููู ูุคูู ูููููู ุจูู ูุง ุฃูู ูุฑู ุจููู ุงููู ูุฑูุณูููููู ููููุงูู ( ููุง ุฃููููููุง ุงูุฑููุณููู ูููููุง ู ููู ุงูุทูููููุจูุงุชู ููุงุนูู ููููุง ุตูุงููุญูุง ุฅููููู ุจูู ูุง ุชูุนูู ูููููู ุนููููู ู) ููููุงูู (ููุง ุฃููููููุง ุงูููุฐูููู ุขู ููููุง ูููููุง ู ููู ุทููููุจูุงุชู ู ูุง ุฑูุฒูููููุงููู ู) ุซูู ูู ุฐูููุฑู ุงูุฑููุฌููู ููุทูููู ุงูุณููููุฑู ุฃูุดูุนูุซู ุฃูุบูุจูุฑู ููู ูุฏูู ููุฏููููู ุฅูููู ุงูุณููู ูุงุกู ููุง ุฑูุจูู ููุง ุฑูุจูู ููู ูุทูุนูู ููู ุญูุฑูุงู ู ููู ูุดูุฑูุจููู ุญูุฑูุงู ู ููู ูููุจูุณููู ุญูุฑูุงู ู ููุบูุฐููู ุจูุงููุญูุฑูุงู ู ููุฃููููู ููุณูุชูุฌูุงุจู ููุฐููููู
“Wahai sekalian manusia, sesungguhnya Allah itu thoyyib (baik). Allah tidak akan menerima sesuatu melainkan dari yang thoyyib (halal). Dan sesungguhnya Allah telah memerintahkan kepada orang-orang mukmin seperti yang diperintahkan-Nya kepada para Rasul. Firman-Nya: ‘Wahai para Rasul! Makanlah makanan yang baik-baik (halal) dan kerjakanlah amal shalih. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.’ Dan Allah juga berfirman: ‘Wahai orang-orang yang beriman! Makanlah rezeki yang baik-baik yang telah kami rezekikan kepadamu.’” Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menceritakan tentang seorang laki-laki yang telah menempuh perjalanan jauh, sehingga rambutnya kusut, masai dan berdebu. Orang itu mengangkat tangannya ke langit seraya berdo’a: “Wahai Tuhanku, wahai Tuhanku.” Padahal, makanannya dari barang yang haram, minumannya dari yang haram, pakaiannya dari yang haram dan diberi makan dari yang haram, maka bagaimanakah Allah akan memperkenankan do’anya?” (HR. Muslim no. 1015).
Ibnu Rajab menyatakan, “Berdasarkan hadits di atas, ada isyarat bahwa amalan seseorang tidaklah diterima kecuali jika mengonsumsi yang halal. Memang benar bahwa makan yang haram hanyalah merusak amalan dan membuat amalan tidak diterima. Karena setelah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan bahwa Allah tidaklah menerima kecuali dari yang thoyyib (halal), lalu dilanjutkan dengan ayat,
( ููุง ุฃููููููุง ุงูุฑููุณููู ูููููุง ู ููู ุงูุทูููููุจูุงุชู ููุงุนูู ููููุง ุตูุงููุญูุง ุฅููููู ุจูู ูุง ุชูุนูู ูููููู ุนููููู ู)
“Wahai para Rasul! Makanlah makanan yang baik-baik (halal) dan kerjakanlah amal shalih. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan” (QS. Al Mu’minun: 51).
(ููุง ุฃููููููุง ุงูููุฐูููู ุขู ููููุง ูููููุง ู ููู ุทููููุจูุงุชู ู ูุง ุฑูุฒูููููุงููู ู)
“Wahai orang-orang yang beriman! Makanlah rezeki yang baik-baik yang telah kami rezekikan kepadamu” (QS. Al Baqarah: 172).
Berdasarkan ayat di atas, para rasul dan umatnya diperintahkan untuk makan makanan yang halal dan diperintahkan pula untuk beramal shalih. Selama seseorang mengonsumsi yang halal, maka amal shalih bisa diterima. Jika yang dikonsumsi tidaklah halal, bagaimana mungkin amalannya bisa diterima? (Jaami’ul ‘Ulum wal Hikam, 1: 260).
Akibat buruk lainnya dari pekerjaan yang haram disebutkan dalam perkataan Abu Bakr Ash Shiddiq radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,
ู ููู ููุจูุชู ููุญูู ููู ู ููู ุงูุณููุญูุชู ููุงููููุงุฑู ุฃูููููู ุจููู
“Siapa yang dagingnya tumbuh dari pekerjaan yang tidak halal, maka neraka pantas untuknya.” (HR. Ibnu Hibban 11: 315, Al Hakim dalam mustadroknya 4: 141. Hadits ini shahih kata Syaikh Al Albani dalam Shahihul Jaami’ no. 4519)
Ingatlah pula kata ‘Umar,
ุจุงููุฑุน ุนู ุง ุญุฑููู ุงููู ููุจูู ุงููู ุงูุฏุนุงุก ูุงูุชุณุจูุญู
“Dengan sikap wara’ (hati-hati) terhadap larangan Allah, Dia akan mudah mengabulkan do’a dan memperkanankan tasbih (dzikir).” (Dinukil dari Jaami’ul ‘Ulum wal Hikam, Ibnu Rajab Al Hambali, 1: 275).
Semoga Allah mencukupkan diri kita dengan yang halal dan dijauhkan dari yang haram.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/bangun-pagilah_20160607_094138.jpg)