Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Remajakan Kulit dengan Metode Transfer Lemak

Lemak hidup tersebut harus cepat-cepat dikembalikan atau ditransfer ke dalam kulit.

Editor: Imam Wahyudi
Kompas.com
Ilustrasi 

TRIBUN-TIMUR.COM - Berkurangnya elastisitas kulit dan penurunan volume wajah bisa membuat penampilan terlihat tua. Kini ada metode mengembalikan keremajaan kulit dengan metode transfer lemak.

Transfer lemak, menurut dr.Danu Mahandaru, Sp.BP-RE, merupakan metode "pengisian" bagian tubuh yang volumenya mulai berkurang. Misalnya saja, bagian kantong mata atau kehitaman di area mata, memancungkan hidung, hingga menambah volume payudara dan bokong.

"Dokter akan mengambil lemak dari bagian tubuh kita sendiri, lalu memindahkannya sebagai isian pada daerah-daerah yang cekung. Metode ini akan memberikan hasil mirip operasi plastik," kata dr.Danu dalam diskusi dengan media di Jakarta (28/4/16).

Metode transfer lemak pada dasarnya bukan sesuatu yang baru dalam perawatan kecantikan nonbedah. Namun, saat ini metodenya menjadi lebih mutakhir sehingga hasilnya juga lebih baik.

Dijelaskan oleh dr.Danu, saat ini metode yang dipakai adalah water jet fat transfer. "Lemak dari bagian tubuh akan ditarik menggunakan jarum khusus dan membuat semacam kolam air di lemak sehingga tidak terasa nyeri. Kelebihan lainnya lemak yang diambil kualitasnya lebih baik atau lemak hidup," katanya.

Lemak hidup tersebut harus cepat-cepat dikembalikan atau ditransfer ke dalam kulit. Karena lemak yang diambil itu hidup, maka ia akan berikatan dengan jaringan tubuh sehingga menempel dengan baik dan hasilnya lebih permanen.

"Kalau metode yang dulu, lemak yang diambil bukan yang murni sehingga mati. Akibatnya bagian yang diisi cepat menyusut lagi. Jadi harus dilakukan transfer lemak berulang setelah 3 bulan," kata dokter spesialis bedah plastik dari RS Pondok Indah Jakarta ini.

Selain untuk estetika, prosedur transfer lemak juga bisa dimanfaatkan untuk rekonstruksi. Misalnya saja pasca kecelakaan, pasien bell's palsy, penyembuhan luka diabetes, hingga pasien osteoartritis.

Menurut dr.Danu, penyembuhan luka dengan transfer lemak dimungkinkan karena lemak yang dipakai adalah lemak hidup sehingga ia bisa mengaktifkan sel-sel punca untuk meregenersi jaringan di sekitarnya.

Metode transfer lemak relatif aman karena menggunakan lemak yang berasal dari tubuh sendiri. "Metode ini juga bisa dikombinasikan dengan sedot lemak atau liposuction," ujarnya.

Untuk melakukan metode ini, siapkan dana sekitar Rp 15-50 juta, tergantung pada organ tubuh mana yang akan diisi. Prosedurnya pun singkat, sekitar 30 menit - 2 jam, dengan pembiusan lokal.

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved