Ini 5 Tanaman Beracun yang Tumbuh di Indonesia, Hasilkan Sianida dan Ricin
Indonesia punya beberapa spesies tanaman 'seram' yang dalam dosis berlebih bisa membunuh.
Penulis: Mahyuddin | Editor: Mahyuddin
Jarak Pagar (Jatropha curcas) juga tak kalah beracun.
Sebuah penelitian komparasi (perbandingan) efektivitas racun antara Ricinus communis dengan Jatropha curcas dengan cara memberi makan biji keduanya pada ayam.
Ayam yang memakan biji Ricinus communis dan Jatropha curcas mati, namun reaksi racun Ricinus communis lebih cepat.
Ubi Racun/ Singkong Karet (Manihot glaziovii)
tipsiana.com
Kini tengah digalakkan program singkong masuk hotel oleh Pemerintah sebagai program deversifikasi pangan.
Lalu kalau benar singkong beracun, kok berani-beraninya masuk hotel segala?
Singkong atau ubi memang mengandung racun, namun kadarnya berbeda bergantung varietasnya.
Singkong pahit (Manihot glaziovii), dikenal sebagai ubi racun atau singkong karet, kadar racunnya jauh lebih tinggi dibanding singkong manis (Manihot utilissima), singkong yang kita konsumsi sehari-hari.
Racun biasanya terkonsentrasi di daun dan umbi singkong, diketahui sebagai senyawa cyanogenik glycoside; linamarin dan lotaustralin yang oleh enzim dapat menghasilkan asam sianida.
Sianida dikenal sebagai pembunuh berdarah dingin dan sulit terditeksi, ia tidak berasa, tidak berbau dan tidak berwarna.
Satu-satunya indikator untuk mengetahui sianida ada pada singkong adalah warna kebiruan yang muncul pada umbi bila lama terpapar udara.
Racun sianida akan jauh berkurang bila dipanaskan.
Banyak korban keracunan akibat salah dalam pengolahan singkong karena memasak umbi atau daun tidak sempurna.