Tribun Opini
Pendidikan Pra Sekolah
Kenapa harus dimulai dari pendidikan pra sekolah karena pendidikan pra sekolah adalah pendidikan yang diperuntukkan untuk anak
Menjamurnya berbagai persoalan sosial seperti kemiskinan, kesenjangan sosial, tawuran antarpelajar, terorisme, korupsi dan beragam masalah sosial lainnya, menurut hemat saya salah satu yang menjadi penyebabnya menyangkut kepribadian masyarakat kita.
Kepribadian yang sudah bergeser dari norma-norma dan nilai yang luhur dari bangsa kita. Sekalipun kajian-kajian perubahan sosial menganggap terjadinya pergeseran nilai adalah hal yang lumrah terjadi mengingat bagian dari dinamika sosial, namun saya mengangap berbagai informasi perihal adanya masalah sosial disebabkan salah satunya menyangkut persoalan pembentukan karakter individu sejak masih kecil atau pra sekolah.
Kenapa harus dimulai dari pendidikan pra sekolah karena pendidikan pra sekolah adalah pendidikan yang diperuntukkan untuk anak dalam mengembangkan tingkat kecerdasan dan mental baik secara fisik maupun rohani, serta membentuk karakter seseorang agar bisa mengatur perasaan emosi, punya jiwa sosial yang tinggi.
Sehingga ketika seorang anak masuk pada tingkat pendidikan dasar pertama, anak-anak bisa menyelesaikan masalah yang dihadapi dengan lebih mandiri. Karakter ini dapat terbentuk yang berpegaruh terhadap perannya di tengah-tengah masyarakat kelak.
Pola pendidikan yang diberikan kepadanya akan berpengaruh besar terhadap tumbuh kembangnya sebagai individu sebagai bagian dari anggota masyarakat. Tentu, tidak hanya berperan sebagai pewaris dan penerus saja dalam keluarga, melainkan mampu berkompetisi sebagai bagian dari bangsa.
Nilai budaya
Perilaku individu tidaklah terbentuk dengan sendirinya, melainkan perilaku dari tiap individu diperoleh dari hasil proses belajar. Setelah dipelajari dan dipraktikkan dalam menjalani kehidupan sehari-hari, kemudian ada keinginan individu untuk mewariskannya kepada generasi berikutnya.
Anak adalah generasi penerus suatu bangsa yang memiliki hak dalam memeroleh warisan berbagai nilai dalam masyarakatnya. Anak juga memiliki hak untuk membangun bangsa dan negaranya sebagai bagian dalam masyarakat.
Banyak tumbuh-kembang anak-anak dibentuk dari lingkungan bermain mereka, keberadaan orangtua amatlah sedikit disebabkan kesibukan di luar rumah.Tuntutan pekerjaan membuat anak-anak mereka terbiasa belajar di luar rumah ketimbang yang didapatkannya di dalam rumah melalui keluarga.
Pengembangan sosial anak sangatlah bergantung atau berpengaruh terhadap pembinaan yang ditransferkan melalui proses perilaku dan bimbingan orangtua kepada anak-anak mereka. Dalam hal ini mengenal berbagai aspek kehidupan sosial atau norma-norma yang berlaku di masyarakat melalui pembelajaran diusia dini atau pra sekolah.
Pendidikan anak pra sekolah adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan bagi anak sejak ia lahir hingga berusia 6 tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan.
Tujuan pembinaannya untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani serta rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan yang lebih lanjut.
Ada asumsi bagi sebagian orang bahwa dewasa ini, pendidikan pra sekolah baru diperoleh sebagian kecil oleh anak-anak di indonesia. Masih banyak pihak yang belum mengetahui pentingnya pendidikan anak pra sekolah dan usia dini bagi perkembangan kognitif seorang anak.
Peran Keluarga dalam Pembentukkan kepribadian
Tingkah laku individu dalam kehidupan sosialnya selalu dibarengi dengan sistem-sistem ideal sebagai sistem yang tumbuh dan berkembang dalam individu. Dalam keluarga, orangtua harus mampu mengajarkan kebudayaan mereka lalu memahamkan budaya di tengah-tengah masyarakat dan mengajarkannya berbagai kejadian atau fenomena sosial hingga sang anak mampu mengatasi berbagai persoalan yang dihadapi dalam hidupnya.
Pendidikan anak dalam keluarga merupakan proses sosialisasi yang paling mendasar berangkat dari pemahaman bahwa ada upaya mempersiapkan seorang anak untuk menjadi bagian dari masyarakat yang tentunya bersikap baik. Dalam masyarakat sistem-sistem pendidikan anak tersebut akan terlaksana jika sistem-sistem itu telah dibimbing secara ideal berlaku di tengah-tengah masyarakat bersangkutan.
Perimbangan perhatian orangtua atas tugasnya masing-masing tugas menuntut perhatian yang penuh sesuai porsinya. Anak membutuhkan kestabilan keluarga, pendidikan dan pemeliharaan fisik dan psikis, termasuk disini kehidupan religius.
Misalnya orangtua dalam hal ini ayah memusatkan perhatiannya pada tugas bekerja keras mencari uang demi menstabilkan rumah tangga dengan pendapatannya.Sekalipun itu penting, tetapi keluarga yang stabil bukanlah satu-satunya kebutuhan anak.
Masih ada kebutuhan lain yang dituntut oleh anak, seperti pendidikan. Anak berkembang tanpa adanya sistem yang hendak ditiru berkembang dengan sendirinya. Anak dibiarkan saja tumbuh tanpa tuntutan norma yang pasti. Tidak ada kepastian pada diri anak, bagaimanakah seharusnya ia berbuat atau bersikap karena memang tidak pernah dibimbing oleh orangtuanya.
Aplagi tiap individu adalah subjek sekaligus juga objek pendidikan, karena individu dewasa yang berkebudayaan adalah subjek pendidikan dalam arti yang bertanggung jawab menyelenggarakan pendidikan. Misalnya mereka berkewajiban secara moral atas perkembangan pribadi anak-anak mereka serta generasi penerus mereka.
Individu dewasa yang berkebudayaan, terutama yang berprofesi keguruan (pendidikan) bertanggung jawab formal untuk melaksanakan misi pendidikan sesuai dengan tujuan dan nilai-nilai yang dikehendaki masyarakat suatu bangsa.
Agar kesadaran pengenalan dengan seorang diri individu terhadap dirinya sendiri dapat tumbuh dan berfungsi dengan baik maka seorang anak harus bisa mempelajari dunia objek dari luar dirinya seperti yang di dapatkannya dari keluarga.
Keluarga adalah objek yang paling utama dan terdekat sebagai proses pentransferan ilmu kepada anaknya. Peran keluarga amatlah penting sebab kehadirannya merupakan yang utama dan sebagai pendamping yang paling pertama ketika seorang anak baru lahir ke dunia.
Pada semua masyarakat, pelaksanaan pewarisan perilaku seorang anak sejak ia kecil dimulai dari keluarga. Mula-mula didapatkannya dari seorang ibu dan biasanya tapi tidak selalu didapatkannya dari ayahnya atau suami-suami lain dari ibunya, tergantung pada struktur keluarga dalam masyarakat yang bersangkutan.
Lain halnya setelah anak tersebut tumbuh dewasa proses pewarisan itu didapatkan dari kerabat-kerabat dekatnya seperti saudara laki-laki ibu dan kawan-kawannya. Oleh sebab itu keberadaan keluarga sangatlah penting dalam tumbuh kembang seorang anak.(*)
Dwi Surti Junida
Alumnus Antropologis Pascasarjana Universitas Hasanuddin
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/dwi-surti-junida_20160229_142201.jpg)