Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tanpa Jamkesda, Makin Banyak Wanita di Bulukumba Melahirkan di Rumah

banyak ibu hamil miskin saat ini di Bulukumba yang tidak menjadi peserta BPJS sehingga enggan untuk bersalin di fasilitas pemerintah.

Penulis: Samsul Bahri | Editor: Ina Maharani
TRIBUN TIMUR/SAMSUL BAHRI
Forum Masyarakat Peduli Kesehatan Ibu dan Anak (Formap-KIA) Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan menggelar dialog di Aula Kantor Kecamatan Rilau Ale, Kamis (11/2/2015) 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Syamsul Bahri

BULUKUMBA, TRIBUN - Forum Masyarakat Peduli Kesehtan Ibu dan Anak (Formap-KIA) Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatam menemukan beberapa orang warga ibu hamil terpakasa melahirkan dirumahnya sendiri akhir - akhir ini.

Menurut Ketua Formap- KIA, Muhajir mengungkapkan bahwa meningkatnya persalinan di rumah pasca adanya integrasi program Jaminan Kesehatan Daerah (JAMKESDA) ke BPJS Kesehatan sejak sejak Oktober 2015.

"Atas temuan itu kami merasa khawatir dengan penyelamatan ibu dan anak di Bulukumba. Mereka tidak mau ke Puskesmas tau RSUD karena tidak terdaftar sebagai penerima BPJS miskin meski dia miskin," kata Muhajir pada acara pertemuan Pemerhati Ibu Hamil dan Persalinan Anak di Aula Kantor Kecamatan Rilau Ale, Bontobangun, Kecamatan Rilau Ale, Kamis (11/10/2016).

Menurut Muhajir bah,  banyak ibu hamil miskin saat ini di Bulukumba yang tidak menjadi peserta BPJS sehingga enggan untuk bersalin di fasilitas pemerintah. Temuan itu di Kecamatan Rilau Ale, Bulukumpa, Gantarang.

Dia mengharapkan agar proses pendataan peserta BPJS untuk warga miskin yang dibiayai oleh APBD harus dilakukan secara objektif dan transparan. Mereka menyayangkan kalau mereka yang miskin tidak terdata di BPJS.

Untuk itu Pemerintah Kabupaten harus mengeroscek ke bawah grass root apakah dia layak menjadi peserta BPJS yang ditanggung daerah atau tidak. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved