Disediakan Lahan, Pengurus Gafatar Maros Garap Lahan Gambut untuk Bercocok Tanam di Kalimantan
Budi menjelaskan, di perkampungan seluas dua hektare yang di tempatinya itu, dihuni oleh sekitar 240 orang pengurus Gafatar termasuk anak- anak.
Penulis: Ansar | Editor: Anita Kusuma Wardana
Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe
TRIBUN-TIMUR.COM, MAROS - Pengurus Gafatar Maros yang pindah ke Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Budi Dwi Saputro (33) menjelaskan, dirinya ke Kalimantan untuk bercocok tanam.
Hal itu dikatakan Budi saat ditemui di rumahnya di Jl Pisang Maros, Kelurahan Turikale, Maros, Minggu (24/1/2016).
Budi menjelaskan, di perkampungan seluas dua hektare yang di tempatinya itu, dihuni oleh sekitar 240 orang pengurus Gafatar termasuk anak- anak.
"Mereka hanya menggarap dua sampai tiga hektare lahan gambut. Memang setiap kepala rumah tangga telah disediakan lahan," katanya.
Dia melanjutkan, pihaknya ke Kalimantan tidak membawa bekal banyak. Dia mau memulai kehidupan barunya dari awal.
"Ada lahan yang tersedia, jadi kami tinggal membangun rumah dan mulai membabat lahan gambut kemudian tanami sayur-sayuran," ujarnya.
Sementara istrinya hanya tinggal di rumahnya untuk menyiapkan makanan dan mengurus anak.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/budi-dwi-saputro_20160124_152224.jpg)