Cyber Monday Mulai Rambah Inggris
Jika di Indonesia, persaingan keduanya ibarat AlfaMart dan Indomaret.
Penulis: Thamzil Thahir | Editor: Suryana Anas
Konsumennya rata-rata keluarga tua, pekerja industri, casual, dan beberapa urban India, Turki, dan Italia. Mereka berumur. Mobil yang parkir di depannya, kebanyakan medium vihicle, kelas menengah kota. Konsumennya banyak.
Saat masuk ke grosir mainan anak, Tesco, di dekat lorong stationary. Ada sekitar 200-an jenis mainan, tapi kinetic sand, tak kulihat.
Aku pun ke meja costumer services. Ada dua petugas. Wanita tambun, yang kuyakini sudah berusia 50 tahun keatas.
Aku memperlihatkan screen kinetic sand dari monitor ponselku.
"We So Sorry, the stuff out of store. Not Available here," ujarnya. Ia meminta maaf, barang idaman anakku tak tersedia di Tesco.
Karena ada sekitar 5 costumer di belakang, dia menyarankan aku datang lagi minggu depan, dan dia berjanji meminta bagian telestocking menuliskan pesananku.
Aku pun bertanya, "Apa bisa aku membeli via online, dan mengantarnya ke rumah kostku di 15 Keynes Road," si pelayan tampak ragu.
Dia diam sejenak, lalu meyakinkan, bahwa dia tak yakin apakah stok barangnya bisa didatangkan dari London, pekan depan.
Kecewa, aku menyeberang ke Argos. Jaraknya sekitar 500 m dari Tesco. Berjalan kaki di suhu 3 derajat dan angin yang menusuk hingga tulang.
Di Argos, tokonya jauh berbeda. Luas tokonya hanya cukup untuk kira-kira tiga lapangan pingpong.
Beberapa barang jualan dipajang di tempat menonjol. Di Argos ada sekitar 50-an monitor toucscreen. Samping monitor ada direktori belanjaan. Tebalnya kira-kira setara buku telepon Jakarta.
Di direktori itu, semua barang kebutuhan ada. Mulai sepatu hingga sisir, dari kerupuk kentang hingga nasi goreng ala India. Lengkap.
Tiap lima monitor ditunggui seorang costumer service. Tak ada troli hanya laptop dan costumer services.
Rata-rata yang masuk belanja usia muda. Mahasiswa, pekerja muda, Pun ada pasangan suami istri, anaknya masih digendong atau masih usia SD. Beda dengan di Tesco.
Rata-rata yang datang membuka list belanjaan dari smartphone mereka. "Kami hanya datang membeli yang kami butuhkan dan sudah lama kami idamkan," kata Yung, seorang mahasiswi ekonomi semester akhir di Cambridge asal China yang ingin membeli iPad Air 16 GB.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/thamzil-222_20151130_195504.jpg)