Melirik Wisata Pantai Lemo di Luwu Timur
Yang cukup lama dikenal dan masih eksis hingga saat ini adalah Pantai Lemo yang berada di wilayah Kecamatan Burau
Penulis: Ridwan Putra | Editor: Ridwan Putra
ADA banyak keteduhan yang bisa dinikmati di tanah Luwu Timur bagi pelancong maupun wisatawan dari ujung barat hingga timur kabupaten dari hasil pemekaran Kabupaten Luwu Utara ini.
Keteduhan alami obyek wisata di kabupaten yang terbentuk tahun 2003 ini antara lain berasal dari obyek wisata pantainya yang memiliki gugusan pepohonan seperti pohon Nyiur alias pohon kelapa di sepanjang pantainya.
Ada beberapa pantai yang kini menjadi lokasi pilihan wisata warga lokal maupun wisatawan dari luar. Yang cukup lama dikenal dan masih eksis hingga saat ini adalah Pantai Lemo yang berada di wilayah Kecamatan Burau, kecamatan perbatasan dengan Kabupaten Luwu Utara.
Baca: VIDEO: Yuk Wisata ke Pantai Lemo Berau, Luwu Timur
Pantai Lemo tepatnya berada di Desa Mabonta. Pemadangan pantai dengan laut lepasnya tetap menjadi daya tarik alami bagi pengunjung. Objek wisata pantai ini tergolong primadona warga karena tetap ramai dikunjungi pengunjung, apalagi pada momen-momen tertentu seperti hari libur atau jelang dan sesudah hari raya Islam seperti lebaran Idul Fitri atau Idul Adha.
Di lokasi ini pengunjung dapat merasakan teduh dan segarnya angin sepoi-sepoi yang bersemayam dari jejeran pohon Nyiur di sepanjang pantai. Daunnya melambai bersama hamparan rumput pantai sambil membawa angin semilir dari lautan lepas.
Untuk mengakses pantai ini cukup mudah karena sarana jalan sudah cukup memadai. Jika dari arah Luwu Utara, dari jalan poros atau trans Sulawesi di Burau, kita berbelok ke kanan. Gapura bertuliskan Pantai Lemo menyambut pengunjung saat berbelok menuju pantai tersebut.
Baca: Melirik Wisata Pantai Lemo di Luwu Timur
Dari ujung belokan tersebut menuju Pantai Lemo, jarak yang ditempuh sekitar lima kilometer atau hanya hanya menghabiskan waktu sekitar 20 menit dengan berkendara. Sepanjang jalan menuju Pantai Lemo, hamparan sawah dan empang dapat mencuci mata pengunjung.
Pantai Lemo juga sudah dipoles pemerintah setempat dengan dibangunnya areal parkir permanen yang terhubung langsung dengan anjungan dermaga sepanjang hampir 100 meter. Di tengah dermaga terdapat baruga sebagai tempat berteduh.
Di ujung dermaga, pengunjung cukup ramai memanfaatkannya dengan berselfie maupun grophie ria menggunakan kamera ponsel mereka. Beberapa pengunjung lainnya asyik memilih terjun bebas di ujung dermaga itu untuk menceburkan diri ke laut.
Pengunjung lainnya bisa menyewa pelampung dari ban dalam yang disewakan di tempat tersebut atau dapat mengarungi perairan sekitar Pantai Lemo dengan menyewa perahu nelayan setempat.
Bagi warga yang ingin berkunjung ke Luwu Timur, tak ada salahnya jika ingin berteduh sejenak di Pantai Lemo dan merasakan hawa dari hembusan angin segar dan lambaian daun nyiur di kawasan tersebut.
Dari Pantai ke Danau
PANTAI bukan hanya potensi wisata alam yang dimiliki Luwu Timur. Beberapa obyek wisata berair juga menghiasi potensi wisata kabupaten yang berbatasan dengan dua provinsi ini seperti danau maupun ari terjun. Beberapa obyek wisata alam di Luwu Timur antara lain:
Baca: VIDEO: Lomba Bala - Bala di Festival Danau Matano
*Pantai Bulu’ Poloe
Pantai ini terletak di sebelah barat Kota Malili, ibukota Luwu Timur, yakni di Kecamatan Wotu. Di kecamatan induk sejarah nenek moyang Luwu Timur ini juga terdapat wisata bahari Pantai Bissue.
Pulau Bulu’ Poloe
Pulai ini menawrakan potensi wisata bawah laut dengan keindahan aneka terumbu karang dan biota lautnya. Letak pulau ini berada di ujung utara Teluk Bone. Dapat diakses melalui Kota Malili dengan berlayar sekitar waktu 30 menit menggunakan perahu jenis Katinting.
Danau Matano
Danau ini terletak di Sorowako dan salah satu danau terdalam di Indoenesia yaitu mencapai 550 meter. Sumber mata air danau ini berasal dari sebuah kolam berukuran 8 x 12 meter di Desa Matano.
Beberapa tepian danau, kini dijadikan lokasi rekreasi seperti Pantai Ide, Pantai Kupu-kupu, dan Pantai Salonsa. Danau Matano menawarkan panorama eksotik seperti air yang sejuk, landscaping tepian danau yang tertata rapi dengan rimbunan pohon-pohon besar yang teduh.
Di danau ini juga dilengkapi berbagai fasilitas olahraga wisata seperti kayak, banana boat, jet ski, dan kapal pesiar. Terdapat pula gasebo, bungalow, restauran, taman bermain anak, dan fasilitas lengkap lainnya.
Danau ini menjadi salah satu andalan pemerintah setempat untuk menarik wisatawan sehingga dibuatkan Festival Danau Matano yang kini menjadi agenda tahunan. Festival tersebut kembali akan digelar akhir November tahun 2015.
Danau Towuti
Jika Danau Matano sebagai salah satu danau terdalam, maka Danau Towuti tercatat sebagai danau dengan air tawar terluas kedua setelah Danau Toba di Sumatera Utara. Danau jenis tektonik ini masih menyimpan sejumlah misteri dan kekayaan faunanya seperti adanya 14 jenis ikan air tawar endemic Sulawesi Crocodylus Porosus dan Hydrosaurus Amboinensis.
Air Terjun Mata Buntu
Berada di rimbunan hutan tropis yang memiliki sedikitnya puluhan undakan air terjun bersusun yang alami. Obyek wisata ini terletak di Kecamatan Wasuponda. Keunikan obyek wisata ini adalah pada undakan air terjun teratas, pengunjung dapat menemui sebuah batu berbentuk alat kelamin pria yang konon dipercaya dapat membantu pasangan suami-istri yang belum dikarunia anak.
Air Terjun Salu' Anuang
Terletak sekitar 30 kilometer arah utara Mangkutana yang bisa diakses dari jalan poros trans Sulawesi-Poso (Sulteng). Kesegaran dan suasana alami hutan tropis Air terjun Salu’ Anuang mirip dengan air tejun Mata Buntu. Air terjun Salu’ Anuang memiliki air segar yang mengalir deras.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/pantai-lemo_20151111_215255.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/pantai-lemo2_20151111_215529.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/pantai-lemo3_20151111_215616.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/bermain-air-di-pantai-lemo_20151111_215632.jpg)