Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Awas Kotoran Makin Terdorong ke Dalam, Ini Cara Tepat Bersihkan Telinga

Cara membersihkan telinga dengan memakai penyeka kapas atau cotton bud berisiko membuat kotoran telinga makin terdorong ke dalam saluran telinga.

Editor: Ilham Mangenre
her101/northwesternuniversity
Bahaya pembersih telinga cutton bud (penyeka kapas) 

MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM- Cara membersihkan telinga dengan memakai penyeka kapas atau cotton bud berisiko membuat kotoran telinga makin terdorong ke dalam saluran telinga. Namun, bagaimana supaya tidak demikian?

Dikutip dari situs informasi dan konsultasi kesehatan, Alodokter.com, berikut cara tepat bersihkan saluran telinga.

Hindari Cotton Bud

Memasukkan cotton bud, lidi yang dilapisi kapas, klip kertas, ataupun jepit rambut sebagai cara membersihkan telinga dalam justru berisiko merusak saluran atau gendang telinga.

Selain itu, alih-alih berhasil dikeluarkan, kotoran telinga dapat berisiko makin mengendap di saluran telinga.

Cotton Bud. (kholilah)

Atasi:

  • Gunakan obat tetes telinga yang dijual bebas di apotek atau toko obat. Obat ini dapat melunakkan gumpalan sehingga mudah dikeluarkan. Bisa juga menggunakan minyak bayi (baby oil), gliserin, atau hidrogen peroksida.
  • Dua sampai tiga hari kemudian, miringkan kepala dan teteskan air hangat ke dalam saluran telinga yang bermasalah, kemudian miringkan kepala ke sisi lain untuk mengeluarkan kotoran telinga. Keringkan air dari saluran telinga, lap dengan handuk lembut.

Anda mungkin perlu mengulang proses ini beberapa kali hingga seluruh kotoran telinga keluar. Meski demikian, jangan gunakan cara ini jika Anda:

  • Merasakan nyeri pada telinga.
  • Munculnya cairan dari telinga yang bukan terlihat seperti kotoran telinga.
  • Pernah menjalani operasi telinga.
  • Menduga mengalami gangguan gendang telinga.

Di sisi lain, metode ini pun juga berisiko membuat kotoran telinga yang melunak menjadi masuk lebih dalam ke saluran telinga.

Oleh karenanya, jika kotoran telinga tidak berkurang, segera periksakan telinga Anda ke dokter.

Biasanya dokter dapat mengeluarkan kotoran telinga dengan alat kecil yang disebut kuret atau memakai alat sedot (suction).

Langkah lain, dokter mungkin akan merekomendasikan irigasi telinga, yaitu pengaliran air bertekanan untuk menghilangkan kotoran telinga.

Jika penumpukan kotoran telinga terus berulang, dokter bisa merekomendasikan cara membersihkan telinga menggunakan obat-obatan, seperti peroksida karbamida yang pemakaiannya harus sesuai aturan karena dapat menyebabkan iritasi kulit gendang dan saluran telinga.

Halaman 1/2
Tags
tips
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved