Bayi Tertukar di Gowa
Orangtua Bayi Ajak Mahasiswa Protes ke RSUD Syekh Yusuf
Aksi tersebut dilakukan untuk mengkritik buruknya sistem pelayanan rumah sakit berplat merah itu.
Penulis: Waode Nurmin | Editor: Mutmainnah
Laporan Wartawan Tribun Timur Wa Ode Nurmin
TRIBUN-TIMUR.COM, SUNGGUMINASA - Keluarga korban bayi tertukar di Kabupaten Gowa, bersama sejumlah mahasiswa dari Aliansi Pro Demokrasi, berunjuk rasa di RSUD Syekh Yusuf Gowa, Jl. Wahidin Sudirohusodo, Gowa, Rabu (22/7/2015).
Aksi tersebut dilakukan untuk mengkritik buruknya sistem pelayanan rumah sakit berplat merah itu. Yang menyebabkan tertukarnya bayi kembar pasangan Fendi dan Kiki, pada 19 Juli 2015 lalu di ruang perawatan.
Para keluarga korban pun meminta agar pihak rumah sakit segera menemukan bayi kembar itu.
Koordinator aksi, Uchu Mattawang, dalam pernyataan sikapnya mendesak agar Direktur RSUD Syekh Yusuf Gowa, dr. Salahuddin, dipecat dari jabatannya karena dinilai tidak becus menjalankan sistem pelayanan rumah sakit.
Sementara itu, Direktur RSUD Syekh Yusuf Gowa, dr. Salahuddin, berjanji akan memeriksa administrasi dan melakukan tes DNA kepada bayi kembar tersebut yang diduga sengaja ditukar oleh oknum perawat.
"Sesaat setelah operasi caesar, dokter tidak fokus pada jenis kelamin bayi. Tapi hanya kepada penyelamatan kedua bayi karena sempat tidak bernafas. Tapi kita akan memanggil perawat yang bertugas hari itu dan melakukan tes DNA
Termasuk mengecek administrasi, " ujarnya di hadapan keluarga dan orangtua bayi kembar.
Ibu bayi kembar, Kiki, melahirkan sepasang bayi kembar emas laki-laki dan perempuan pada 10 Juli 2015 lalu. Namun dua hari kemudian saat hendak memberi ASI, Kiki kaget sebab bayi yang dilahirkan berpasangan itu berubah menjadi dua laki-laki. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/tanda-lahir-bayi-ini-unik-banget-ya_20150709_132724.jpg)