Jangan Ngebut, Arti Tarawih Itu Santai dan Hakikatnya Ini Cara Nabi
Pertama-tama, apa dan darimana sih istilah tarawih itu? berasal dari kata: [رَاحَ – يَـرُوح], artinya istirahat. Orang mengartikannya dengan santai.
MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM- Anda tahu bagaimanakah hakikat salat tarawih yang benar? jelas, sesuai dengan cara Rasulullah SAW. Bagaimana itu?
Pertama-tama, apa dan darimana sih istilah tarawih itu? berasal dari kata: [رَاحَ – يَـرُوح], artinya istirahat. Orang mengartikannya dengan santai. Sehingga shalat tarawih adalah salat yang santai. Santai dalam arti salatnya tidak ngebut.
[baca juga: Tidak Sah Tarwih Tercepat Dunia di Blitar? Baca Hadis Ini]
Bacaannya panjang, rukuknya panjang, i’tidalnya panjang, sujudnya panjang, dan seterusnya. Itulah tarawih yang santai.
Ketika anda melakukan perjalanan sejauh 30 kilometer. Secara normal ditempuh dalam waktu 20 menit. Karena santai, anda bisa menempuhnya selama setengah jam atau 40 menit.
Jika anda bisa menempuhnya kurang dari 20 menit, berarti itu ngebut, betul, kira-kira?
Normalnya, shalat 11 rakaat bisa kita selesaikan dalam waktu 30 menit. Tapi karena santai, bisa lebih lama. Sekitar 40 menit atau 50 menit.
Terlebih ketika anda tarawih 21 rakaat, anda tentu butuh waktu 2 kali lipatnya. Bisa satu setengah jam. Itulah makna shalat tarawih yang santai.
Barangkali perlu kita coba sesekali, shalat tarawih dengan santai. Biasanya selesai shalat 30 menit, kita bisa buat, selesai dalam 1 jam. Bagaimana, setuju?
Tarawih Nabi
Tarawih di zaman Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallamdilakukan berjamaah dengan beliau sebagai imam, hanya terjadi sebanyak 3 kali dalam 3 malam.
Dan itu beliau lakukan berseling. Di malam 23, malam 25, dan malam 27. Kita bisa simak penuturan sahabat an-Nu’man bin Basyir radhiyallahu ‘anhu berikut,
قُمْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- لَيْلَةَ ثَلاَثٍ وَعِشْرِينَ فِى شَهْرِ رَمَضَانَ إِلَى ثُلُثِ اللَّيْلِ الأَوَّلِ ثُمَّ قُمْنَا مَعَهُ لَيْلَةَ خَمْسٍ وَعِشْرِينَ إِلَى نِصْفِ اللَّيْلِ ثُمَّ قَامَ بِنَا لَيْلَةَ سَبْعٍ وَعِشْرِينَ حَتَّى ظَنَنَّا أَنْ لاَ نُدْرِكَ الْفَلاَحَ
"Kami shalat tarawih bulan Ramadhan bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada malam ke-23 hingga sepertiga malam pertama, kemudian kami shalat lagi pada malam ke-25, hingga pertengahan malam, kemudian beliau mengimami kami pada malam ke-27 hingga akhir malam, sampai kami khawatir tidak bisa ngejar sahur." (HR. Ahmad 18899 dan sanadnya dishahihkan Syuaib al-Arnauth).
Kita bisa bandingkan dengan keadaan tarawih di tempat kita. Kita shalat tarawih hanya selama ½ jam. Itupun sudah dianggap sangat lama.
Kira-kira kebayang tidak andai kita ikut shalat tarawih bersama NabiShallallahu ‘alaihi wa sallamketika itu. Mungkin banyak diantara kita yang mutung.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/salat-berjamaah-yang-luar-biasa_20150628_164158.jpg)