Breaking News:

5000 hektar Sawah Terendam Banjir di Sidrap, Satu Warga Tewas

"Lebih tiga hari sawah tersendam, kita pastikan padi petani rusak. Dan untuk nilai kerugian secara menyeluruh dari bencana ini belum bisa kita sebutka

TRIBUN TIMUR/MULYADI
Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Sidrap dua hari terakhir, menyebabkan meluapnya air sungai akibat jebolnya tanggul sungai Barukku. Hal ini berdampak banjirnya, tiga kecamatan masing-masing Dua Pitue, Pitu Riase dan Maritengngae. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Mulyadi

SIDRAP,TRIBUN-TIMUR.COM- Kecamatan Dua Pitue adalah daerah yang terkena dampak banjir terparah dari tiga kecamatan yang terendam banjir di Kabupaten Sidrap sejak dua hari terakhir. Seorang warga dilaporkan tewas.

Camat Dua Pitue Abbas Aras, mengatakan, ketinggian air di wilayah itu mencapai 1,5 meter. Mulai surut siang tadi namun belum melegakan.

"Seperti tahun-tahun sebelumnya, siklus aliran banjir itu berpindah ke desa lain. Hari ini banjir beralih ke wilayah timur sebelum mencapai Belawa, Kabupaten Wajo," katanya, Jumat (5/6/2015).

Dari data yang sementara diterima pihaknya, jumlah areal pertanian yang terendam banjir mencapai 5.000 hektar, petani terancam gagal panen.

"Lebih tiga hari sawah tersendam, kita pastikan padi petani rusak. Dan untuk nilai kerugian secara menyeluruh dari bencana ini belum bisa kita sebutkan karena pendataan masih sementara berjalan," ujarnya.

Satu Tewas

Selain merendam ribuan hektar sawah, banjir di daerah itu juga menelan korban nyawa. Warga yang tewas akibat terbawa derasnya arus banjir.

"Warga (sidrap) hilang itu sudah ditemukan siang tadi. Meninggal dan jasadnya ditemukan hanyut terdampar di Belawa. Korban warga kami dan belum sempat kami dapatkan datanya," kata dia

Ia menambahkan, sejauh ini bantuan yang datang dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) baru berupa perahu karet untuk mengevakuasi warga yang sempat terjebak banjir utamanya wilayah dalam permukiman.

"Belum ada bantuan dana karena kerugian warga baik itu sawah maupun rumah yang rusak, masih sementara kami hitung. Senin pekan depan laporan lengkapnya baru bisa kita serahkan ke pemkab,"jelasnya

Ia berharap, perbaikan tanggul Tanrutedong yang jebol di belakang Kantor Polsek Dua Pitue dan di daerah tanggul di Parapare, bisa secepatnya dibenahi.

"Kami yakin jika perbaikan tanggul itu menjadi prioritas, wilayah kami bisa terbebas banjir. Itu sudah kami laporkan juga ke Balai Pompengan," katanya. (*)

 

 

Penulis: Mulyadi
Editor: Ilham Mangenre
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved