ASSIKALAIBINENG Kamasutra Versi Bugis
Mau Anak Putih, Bersetubuh Usai Jam 5 Subuh
Sebab ternyata, persoalan waktu amat berdampak psikologis maupun biologis, terutama pihak istri.
Penulis: Thamzil Thahir | Editor: Edi Sumardi
Terdapat keterkaitan waktu bersetubuh dengan kualitas anak yang terbuahi, warna kulit anak misalnya.
Untuk memperoleh anak berkulit putih, peretubuhan dilakukan setelah isya. Untuk anak yang berkulit hitam, persetubuhan dilakukan tengah malam (sebelum shalat tahajjud), anak yang warna kulitnya kemerah-memerahan dilakukan antara Isya dan tengah malam.
Sedangkan untuk anak berkulit putih bercahaya, persetubuhan dilakukan dengan memperkirakan berakhirnya masa terbit fajar di pagi hari.
Atau lebih tepatnya dilakukan usai salat subuh, antara pukul 05.15 hingga pukul 06.00 pagi jika itu waktu di Indonesia.
Rekomendasi “jadwal” bersetubuh Ini sekaligus upaya mempermudah mandi junub (bersih-bersih usai bersetubuh), dalam fikih Islam.
Secara khusus kitab ini menuntut pihak suami sebagai inisiator dan mengingatkan kepada istri, agar menyesuaikan waktu tidur dengan keinginan melakukan persetubuhan.
Sebab ternyata, persoalan waktu amat berdampak psikologis maupun biologis, terutama pihak istri.
Teks assikalaibineng secara spesifik menyebutkan adanya kaitan waktu tidur istri dengan ajakan suami bersetubuh.
Assikalaibineng A hal 72-73 menyebutkan, “bila suami mengajak istri berhubungan saat menjelang tidur, maka ia merasakan dirinya diperlakukan [penuh kasih sayang (ricirinnai) dan dihargai (ripakalebbiri).
Tetapi jika istri tengah pulas, lantas suami membangunkan untuk bersetubuh, maka istri akan merasa diperlakukan laiknya budak seks, yang diistilahkan dengan ripatinro jemma’.
Soal bangun membangunkan istri yang tidur pulas, Assikalaibineng juga memberikan cara efektif. Kitab ini sepertinya tahu betul, bahwa jika usai orgasme sang istri biasanya langsung tertidur.
Untuk menunnjukkan kasih sayang, maka usai berhubungan lelaki bisa mengambil air, lalu mercikkan satu dua tetas ke muka istri.
Setelah istri terbangun, lelaki memberikan pijitan awal di antara kening, mata, menciumi ubun-ubun, memijit bagian panggul lalu bercakap-cakap sejenak.
Yakinlah, percakapan ini bagi istri akan selalu diingat dan membuat kalian bangga saling “memiliki”. (thamzil thahir)
SELANJUTNYA >> 12 Titik Erotis Wanita Bugis