12 Saksi Diperiksa, Polres Gowa Belum Tahu Pembunuh Sulaeman
Sulaeman Daeng Nganjung ditemukan tewas mengenaskan di dalam karung bekas, di samping laut di Kota Parepare November lalu.
Penulis: Waode Nurmin | Editor: Ilham Mangenre
Laporan Wartawan Tribun Timur, Uming
TRIBUN-TIMUR.COM, SUNGGUMINASA - Kasus pembunuhan terhadap guru SDN Kampung Parang, Kecamatan Parangloe, Gowa, Sulaeman Daeng Nganjung (56), masih terus disidik pihak Kepolisian Resort Gowa.
Dari 12 saksi yang diperiksa, Polres Gowa belum mampu mengungkap siapa pelaku pembunuhan Sulaeman yang mayatnya ditemukan di Pare-pare November lalu tersebut.
Wakapolres Gowa, Kompol Agung Kanigoro, mengatakan mereka masih tetap berkoordinasi dengan Polres Parepare untuk mengungkap pelaku penculikan dan pembunuhan.
"Kordinasi dengan Polres Parepare tetap jalan. 12 saksi juga yang kita periksa belum bisa memberikan informasi terkait pelakunya," kata Agung Kanigoro.
Saksi yang telah diperiksa, yakni, istri korban, Hj Muliaty, kerabat korban; Patima Dg Simba, Hj Hasniah Dg Ngia, Junaid Dg Serang, Sri Wahyuni, Abd Muis Haruna Dg Beta, Muh Jabbar Dg Kilo, Muh Idris Dg Talle, Mujianto Munaji, Ilham Wahyudi serta Arlan BS.
"Berdasarkan keterangan dari para saksi, tidak satupun yang mengetahui tentang kejadian saat penculikan yang dilaporkan ke pihak Polres sebelumnya. Inilah yang menjadi hambatan,"ungkap Agung.
Sulaeman Daeng Nganjung ditemukan tewas mengenaskan di dalam karung bekas, di samping laut di Kota Parepare November lalu.
Korban bahkan ditemukan masih dalam keadaan mengenakan pakaian seragam PNS Pemkab Gowa. Sebelum ditemukan, keluarga korban sempat melapor ke Polres Gowa karena hilang. (*)