Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

KBRI Rusia akan Cari Tahu Gaji 35 WNI yang Tenggelam di Kutub Utara

Di Oryong501, kapal nelayan modern berbendera Korea Selatan yang tenggelam di Laut Bering, timur Rusia

Penulis: Thamzil Thahir | Editor: Suryana Anas

Laporan Wartawan Tribun Timur, Thamzil Thahir

TRIBUN TIMUR.COM, MOSCOW -Pemerintah Indonesia melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Moscow akan mencari tahu, berapa gaji 35 pekerja Indonesia di Oryong501, kapal nelayan modern berbendera Korea Selatan yang tenggelam di Laut Bering, timur Rusia, Minggu (2/12/2014) siang.

"Ini baru saja Dubes Korea menelepon dan mengabarkan perkembangan terakhir nasib WNI dari pihak Sajo Industri di Soul," kata Dubes usai bertemu dengan Rektor State University di Oryol.

Hingga saat ini, belum ada informasi siapa saja korban dan provinsi asal mereka.

Proses evakuasi terkendala cuaca buruk. Dari laporan yang diterima pihak KBRI di Moskow, tim evakuasi dari pemerintah Rusia di perbatasan Alaska, Akibatnya, semalaman belum berhasil menemukan awak kapal tersebut.

Informasi yang diperoleh Dubes Rusia dari Korea yang mengutip penjelasan pihak Sajo Industries, dan pemilik kapal pencari ikan dan king Alaska Crab, sudah memberangkatkan dua kapal untuk menyisir lokasi tenggelamnya kapal di laut timur jauh Rusia.

PIhak Konsuler di KBRI Moskow juga, tadi malam mendapatkan laporan 5 kapal SAR di Chacutka, timur Rusia

"Lokasi yang berada di kutub utara dan suhu ekstreem yang swaktu-waktu bisa mencapai minus 31 derajat, belum bisa menemukan apapun dan 52 orang belum ada kabar hingga dua hari terakhir." 

Menurut laporan Kedutaan Besar RI di Korea Selatan, delapan awak Oryong 501 berhasil ditemukan, tiga di antaranya warga negara Indonesia. 

Di kapal tersebut, ada 35 warga Indonesia dari total 60 awak.

"Awak yang berhasil diselamatkan ada delapan orang. Tiga dari Indonesia, tiga dari Filipina, satu dari Rusia, dan satu dari Korea Selatan. Awak dari Korea Selatan ditemukan meninggal dunia.

Media di Moskow menulixls, Artur Rets, kepala Pusat Koordinasi dan Penyelamatan di Petropavlosvsk-Kamchatsky, di perbatasan Rusia - Amerika, sudah menyampaikan ke pihak konsuler KBRI Moskow bahwa kondisi laut yang ganas dan cuaca buruk menyulitkan pencarian kapal.Ombak 

"Angin berkecepatan 25-27 meter/detik, dengan ombak mencapai ketinggian 5-6 meter," kata Rets.

Kapal Oriong-501 seberat 1.753 ton diduga tenggelam akibat cuaca buruk pada Senin (1/12/2014).

"Kami menerima informasi bahwa insiden ini terjadi sekitar pukul 5 waktu setempat, saat sekoci penyelamat diturunkan, kapal pukat itu tenggelam dengan sangat cepat," lanjut Rets lagi.

Halaman 1/2
Tags
Rusia
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved