Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Kecewa, Surat Terbuka kepada GM PLN Sulselrabar, dari Pelanggan Gowa

Saya Warga masyarakat Kabupaten Gowa, Sul-sel, yang sangat kecewa dengan tindakan dan pelayanan karyawan PLN Cab Makassar (19/11/2014)

Penulis: Thamzil Thahir | Editor: Ilham Mangenre

MAKASSAR,TRIBUN-TIMUR.COM-Muh Yusuf Ucok, pelanggan (I'd: 321500178444) Perusahaan Listrik Negara (PLN), menyurat terbuka kepada manajer PLN Sulselrabar, melalui Tribun Timur.com dan public services Tribun Timur, Senin (24/11/2014).

Menyoal Apa? berikut surat terbuka Yusuf Ucok:

Kepada
Yth : GM PLN
Wilayah SulSelrabar
Di:
Tempat

Saya Warga masyarakat Kabupaten Gowa, Sul-sel, yang sangat kecewa dengan tindakan dan pelayanan karyawan PLN Cab Makassar (19/11/2014), dalam hal pelayanan bagian P2TL yang datang ke rumahku menyegel meteran listrik dan memberi surat kepada istri saya di rumah, dengan isi surat mengancam akan memutus dan mengambil meteran, jika dalam jangka waktu 2 hari tidak menghadap ke PLN bagian P2TL di lantai 3 kantor cabang PLN Makassar.
Kronologi:

Saat Tim P2TL datang ke rumahku, saya sementara tidur di dalam kamar, dan istri saya sementara nonton tv di ruang tengah. Istri saya 2 orang berbincang-bincang, namun tidak jelas apa yg dibicarakan di teras rumahku. Sekitar ±2 menit mendengar suara tsb, istriku pun membuka pintu, dan melihat beberapa orang berseragam, sementara mengutak-atik meteran listrik yg terpasang pada dinding rumah, di bagian depan. Kemudian yg berseragam tsb, meminta no I'd pelanggan, hingga istriku pun masuk ke dalam kamar membangunkan saya, dan mencari lembaran pembayaran listrik.

Saya pun bangung dan cuci muka, kemudian membawa lembaran pembayaran listrik yang terdapat di dalamnya nomor I'd pelanggan, namun sesampai saya di teras rumah, orang yg berpakaian seragam tsb sudah tidak ada, dan saya melangkah ke depan pintu pagar rumahku, untuk melihat kemana orang yang dimaksud istri saya.

Dari depan pagar, saya melihat 2 orang berpakain seragam warna biru, dan saya mengecek meteran, dalam kondisi terpasang seperti biasa. Hingga saya kembali masuk ke kamar untuk melanjutkan tidur, dan menyampaikan kepada istri saya, bahwa org berseragam tersebut sudah tidak ada.

Niat untuk melanjutkan tidur pun tak jadi, karena mendapat telepon dari kantor, untuk segera ke kantor karena situasi demonstrasi mahasiswa mulai memanas, dan teman2 di kantor akan berencana live dari lokasi demonstrasi.

Saya pun berpakaian cepat tanpa mandi terlebih dahulu, karena panggilan atasan saya mewajibkan agar secepatnya nyampai di kantor, untuk mempersiapkan peralatan live.

Saat saya mengemudikan mobil mengarah keluar dari perumahan, terlihat kerumunan orang di perlimaan jalanan dalam kompleksku, dan sempat di sapa oleh salah seorang warga, yang saya belum tau namanya, dengan sapaan pertanyaan, bahwa saya mau berangkat kerja?

Saya pun berlalu dan melewati kerumunan warga, bersama pakaian seragam biru, dan juga terlihat satu orang polisi.

Sekitar 3 menit nyampai di kantorku, berderinglah handphone, dan melihat telpon dari istriku. Saat saya angkat dan berbicara, istriku menyampaikan kembali, bahwa orang yang berpakaian seragam tsb, datang kembali ke rumahku dgn menyegel meteran,dan memberinya surat.

Istri saya juga menyampaikan, bahwa kedatangan orang berseragam tsb, saat baru saja masuk ke dalam kamar mandi, namun mendengar suara ketukan, istri saya bertanya, bahwa yg mengetuk pintu itu siapa?. Jawaban dari luar pintu pun terdengar, kalau mereka dari PLN, dan meminta untuk membuka pintu.

Permintaan agar membuka pintu, dijawab kembali dengan istri saya, bahwa silahkan menunggu dulu, karena sementara mandi. Setelah istri saya keluar dan membuka pintu, orang berseragam tsb, memperlihatkan meteran listrik yg terpasang pada dinding rumah bagian depan sudah sudah terbuka. Dan ditunjujukkanlah selembar kabel, dan di jelaskan bahwa kabel tsb, adalah merupakan pelanggaran.

Istri saya hanya mengangguk-angguk saja, dan menyampaikan bahwa akan menyampaikan penyampaian tsb, kepada suami, karena tdk mengerti apa yg dimaksud bapak2 tsb . Beberapa pertanyaan pun dilontarkan kepada istri saya, namun hanya menjawab, bahwa silahkan berhubungan suaminya, karena tidak mengerti dengan urusan seperti itu. Istri saya pun disuruh bertanda tangan, dan tanpa ada protes, istri saya pun menandatangani kertas yg disodorkan.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Tags
PLN
Gowa
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved