Ilham Ingin Tata Pemukiman Kumuh Tallo Jadi Wisata Bersejarah
Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin berupaya melanjutkan program penataan pemukiman kumuh di kota Makassar, didukung Kementerian PU
MAKASSAR,TRIBUN-TIMUR.COM-Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin berupaya melanjutkan program penataan pemukiman kumuh di kota Makassar, didukung Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya.
Program penataan permukiman kumuh perkotaan ini bernama NUSSP (Neighborhood Upgrading and Shelter Sector Project), Makassar masuk tahap II, -2014 hingga 2017. Program ini akan dibiayai melalui pinjaman Asian Development Bank (ADB).
Area Kecamatan Tallo akan menjadi fokus penataan Pemkot. Menurut Ilham, kecamatan Tallo memiliki kawasan kumuh cukup luas dan Pemkot ingin menjadikan kecamatan Tallo sebagai salah satu daerah pariwisata.
"Diharapkan setelah adanya penataan pemukiman kumuh, dan peningkatan infrastruktur di Kecamatan Tallo sebagai salah satu sumber sejarah Kota Makassar,
selain mensejahterahkan warga juga dapat menjadi salah satu objek wisata, misalnya makam raja-raja Tallo, yang pada akhirnya dapat meningkatkan perekonomian masyarakat di sekitarnya," kata Ilham di ruang kerjanya, Kantor Balaikota Makassar, Rabu (17/7/2013).
Direktorat Jenderal Cipta Karya, Nieke Nindyaputra, mengatakan, program NUSSP dimaksudkan untuk mewujudkan pemerintahan kabupaten/kota dan masyarakat yang berdaya, serta mampu menciptakan lingkungan perumahan dan permukiman yang sehat, layak dan produktif secara mandiri dan berkelanjutan.
"Kerjasama ini diberikan kepada 20 Kota/Kabupaten yang memiliki keseriusan dalam penangangan kawasan kumuh, seperti halnya Makassar," katanya di ruang kerja Ilham.
Total anggaran yang disiapkan oleh ADB sekitar 45 Miliar yang dikhususkan untuk peningkatan infrasturktur. (*)