Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

NU-PKB Wajibkan Kader Nonton "Sang Kyai"

Kader Nahdlatul Ulama (NU) tak sabar lagi menunggu pemutaran film Sang Kiai.

Tayang:
Penulis: AS Kambie | Editor: Edi Sumardi

Harun sebenarnya adalah sosok fiktif rekaan sang Sutradara Rako Prijanto. "Harun itu anak pesantren yang bengal. Sifatnya sangat beda dengan tokoh Mbah Hasyim (KH Hasyim Asy'ari). Di pondok pesantren, dia sering melakukan pelanggaran, salah satunya sering ketemu sama tokoh remaja perempuan bernama Sari, hingga akhirnya kami dinikahkan," jelas Adipati.

Biaya Produksi

Sang Kyai diproduksi dengan nilai Rp 10 miliar. Angka ini merupakan rekor terbesar yang pernah dikeluarkan rumah produksi Rapi Film untuk film.

Biaya produksi bisa mencapai sebesar itu karena proses pembuatan film ini cukup kompleks. Produser film 'Sang Kyai,' Sunil Samtani, setting film ini dibuat antara tahun 1942-1947. Ini  artinya memang perlu dilakukan desain tempat serta pengadaan segala macam properti yang dibutuhkan untuk menghadirkan suasana masa itu.

Selain itu, kata Sunil, karena proses pengambilan gambar tidak hanya dilakukan di satu lokasi, melainkan sampai lima kota yang berbeda. Kediri, Gondang Klaten, Rutan Ambarawa (Kabupaten Semarang), dan Solo.

Film yang diprediksi bakal meledak di tahun 2013 digarap oleh sutradara berpengalaman, Rako Prijanto. Sebelumnya, Rako juga sukses menggarap film Ungu Violet, D'Bijis, dan Merah Itu Cinta.(*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved