Jurnalis-Aktivis Bulukumba Kecam Pemukulan Wartawati Paser TV
di depan Bundaran Phinisi Bulukumba mengecam aksi pemukulan kepada seorang wartawati dari Paser TV
Penulis: Samsul Bahri | Editor: Ina Maharani
BULUKUMBA, TRIBUN-TIMUR.COM -- Sejumlah jurnalis dari berbagai media cetak dan media elektronik bersama sejumlah aktivis di Bulukumba melakukan aksi di depan Bundaran Phinisi Bulukumba mengecam aksi pemukulan kepada seorang wartawati dari Paser TV Normila Sari Wahyuni, 23 di Desa Rantau Panjang, Kecamatan Tanah Grogot, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, Senin (4/3/2013).
Aksi aktivis bersama sejumlah wartawan di Bulukumba mengecam pemukul wartawati Paser TV di daerah itu. Para aktivis dan jurnalis di Bulukumba meminta kepada aparat hukum di Kalimantan Timur untuk menghukum oknum kades Desa Rantau Panjang bersama 16 preman didesa tersebut.
Kejadian itu terjadi pada Sabtu (2/3/2013). Saat ini korban telah di rawat di Rumah Sakit Umum Panglima Sebaya, Tanah Grogot dengan sejumlah luka memar ditubuh korban akibat pukulan benda tumpul, bahkan korban yang sedang hamil dengan masa kandungan satu bulan mengalami keguguran akibat pukulan dari sejumlah preman itu.(*)
" Aksi kami ini sebagai aksi solidaritas mengecam pelaku pemukulan seorang wartawati Paser TV di Kalimantan Timur. Kami berharap koalisi Aktivis-Jurnalis di Bulukumba agar dihukum oknum Kades Rantau Panjang," kata Musafir, kordinator aksi Koalisi Jurnalis dan Aktivis di Bulukumba, saat melakukan aksi di Bulukumba.