Kasus Korupsi Perbankan
Wakil Kepala Cabang BRI Bone Menghilang
Kasus penggelapan dana dan pemalsuan dokumen nasabah di Bank BRI cabang Bone
Penulis: Mahyuddin | Editor: Muh. Taufik
Kasus ini sebenarnya mencuat pada Bulan Agustus lalu. Saat itu, salah satu nasabah Bank BRI bernama Suhaeriah melaporkan penggelapan dana oleh salah satu oknum pegawai Bank BRI hingga mengakibatkan korban mengalami kerugian mencapai Rp 100 juta. Aksi oknum pegawai inipun diketahuinya saat hendak menarik uang tersebut dan tidak menemukan uang Rp 100 juta yang pernah disetorkan di bank tersebut.
"Pelaku atas nama Andi Awaluddin telah ditahan bahkan kasus penggelapan telah masuk tahap dua sedangkan dua kasus lainnya ditangani Unit Tipikor dan kejari Watampone," ungkap Kabag Humas Polres Bone AKP Abdul Muin, Kamis (11/9) saat ditemui di ruang kerjanya.
Ia juga menambahkan, Mantan Kepala Pengkreditan Bank BRI Andi Awal (50) terlapor atas kasus penggelapalan dana nasabah sebesar Rp 100 juta dan pemalsuan surat domumen untuk mencairkan dana nasabah bernama Agus Salim sebesar Rp 138 juta. Adapun dugaan kasus tindak pidana korupsi yang menelan kerugian negara mencapai Rp 1,2 miliar masih dalam proses penyidikan polisi karena kasus tersebut diduga melibatkan orang dalam lainnya. Sedangkan untuk kasus perbankan ditangani Kejaksaan negeri Watampone.
Dari informasi yang dihimpun Tribun, kasus ini juga melibatkan Wakil Kepala Bank BRI Cabang Bone M Damis Abdullah. Dugaan ini muncul karena Damis dinyatakan hilang oleh polisi dan keluarganya. Tidak diketahui mengapa Damis menghilang begitu saja. Namun diduga kuat, Damis merupakan salah satu oknum yang memuluskan jalur Andi Awal untuk melancarkan setiap aksinya.
Ironisnya, Damis dikabarkan meninggalkan kediamannya di BTN Griya Ayu Lestari Jl Jendral Sudirman, Watampone, Kabupaten Bone dengan hanya mengenakan celana pendek dan baju kaos berwarna coklat tua dengan motif garis tanpa membawa telepon seluler,dompet, uang dan identitas. Diduga ia meninggalakan rumahnya karena stres mengetahui namanya disebut oleh Andi Awal.
Pimpinan Cabang Bone Bank BRI Dadang Rukman tidak dapat menjelaskan kasus tersebut dan menolak untuk ditemui wartawan. Begitupula dengan Jaksa yang menanangani kasus perbankannya Andi Syahriawan, juga belum bisa membeberkan kasus tersebut.
"Saya tidak bisa bicara soal itu hari ini. Saya sedang di bank," ungkap Andi Syahriawan. (*)