Breaking News:

Citizen Reporter

Sulsel Butuh Badan Pengelola Pesisir

Sulsel Butuh Badan Pengelola Pesisir

Penulis: CitizenReporter | Editor: Muh. Irham
Laporan: Kamaruddin Azis, ST, MM, Ketua Ikatan Sarjana Kelautan Unhas, melaporkan dari Makassar

TRIBUN-TIMUR.COM - Kompleksitas isu pesisir dan laut menjadi perhatian banyak kalangan. Bukan hanya donor pembangunan internasional tetapi perguruan tinggi, LSM, pengusaha, jurnalis/blogger dan legislatif. Oleh karena itu, Pemprov Sulsel pada 2007 bersama DPRD telah menginisiasi proses penyusunan "Peraturan Daerah Provinsi Sulawesi Selatan No.6 tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir".

"Kita peduli, bahkan lebih awal dibanding provinsi lain, Sulsel inisiator ke-3 se-Indonesia yang mengusulkan Perda pengelolaan pesisir" kata Andry A. Bulu, wakil ketua DPRD Sulsel saat jadi panelis diskusi "Adaptasi Perubahan Iklim, dalam Mengelola Wilayah Pesisir, Terpadu dan Berkeadilan Gender" yang didukung sepenuhnya oleh Pemerintah Kanada melalui CIDA, Oxfam, Yayasan Konservasi Laut (YKL)".

Tiga puluhan peserta antusias mendengarkan paparan panelis di Ruang Samalona, Hotel Mercure, Makassar (16/3/2012) yang dipandu AM Ibrahim, aktivis Kelautan dari ISLA Unhas. Acara ini merupakan buah diskusi Pengurus ISLA Unhas dengan YKL yang sedang jalankan program "Restorasi Mata Pencaharian Pesisir" di 4 kabupaten pesisir Sulsel. Mencermati lingkup pesisir yang sangat luas dan unik itu, maka dihadirkan empat pembicara kompeten.

H. Andry Arief Bulu, SE, MM menyorot kebijakan dan komitmen pengelolaan wilayah pesisir, Dr. Rijal Idrus, M.Sc dari Puslitbang Laut, Pesisir, Pulau-Pulau Kecil Unhas menyoal isu perubahan iklim dan dampaknya pada ekologi pesisir. H. Ashar Karateng, aktivis pemberdayaan masyarakat mengupas perencanaan wilayah pesisir berbasis keadilan gender dan Fadiah Mahmud, aktivis perempuan menyisir  isu di seputar kaum perempuan pesisir.

"Menindaklanjuti Perda Pesisir itu, saya ajak segenap stakeholder untuk bantu inisiasi pembentukan Badan Pengelola Pesisir Sulsel. Ini penting mengingat kompleksnya isu di pesisir. Saya minta YKL, ISLA Unhas dan pihak yang peduli pesisir dan laut ikut mewarnai gagasan ini" ungkap Andry yang mengaku punya bisnis empang di Jeneponto.(*/tribun-timur.com)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved