Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Bantaeng

PNS Asal Gowa Tipu CPNS Bantaeng

PNS Asal Gowa Tipu CPNS Bantaeng

Editor: Muh. Irham
MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM  - Satuan Reserse dan Kriminal Polresta Bantaeng meringkus calo Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kabupaten Bantaeng setelah dua korbannya HN dan HS melaporkan oknum PNS Kabupaten Gowa, AA (45) ke Polresta Bantaeng.
     
"Tersangka kami ringkus setelah adanya laporan dari dua korbannya HN dan HS yang merupakan warga Kabupaten Bantaeng dan telah ditipu oleh pelaku," ujar Kasat Reskrim Polresta Bantaeng AKP Dodik Susianto melalui ponselnya, Jumat (29/7/2011).
     
Berdasarkan data yang diperoleh, tersangka AA  ditangkap atas laporan dua korbannya yang saat ini bekerja sebagai tenaga honorer di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan.
     
Ia mengatakan, kerugian para korban yang jumlahnya belum diketahui akibat aksi percaloan tersebut diperkirakan mencapai Rp1 miliar. Jumlah tersebut didapat dari korban-korban yang memberikan uang dengan iming-imingan akan diluluskan menjadi Pegawai Negeri Sipil.
     
Polisi memperkirakan, saat ini korban calo PNS tersebut tidak hanya dua orang. Diduga masih banyak korban-korban lainnya yang belum melaporkan aksi tersangka.
     
"Kami menduga korbannya bukan hanya dua orang tapi lebih dari yang melaporkan kejadian ini. Makanya, kami meminta semua warga yang merasa tertipu dengan iming-iming akan diloloskan jadi PNS diminta untuk segera melaporkan kejadian tersebut ke Polres," pintanya.
     
Lebih lanjut ia menyatakan, saat ini pihaknya masih berupaya menelusuri jaringan tersangka yang ada di Kabupaten Bantaeng tersebut.
     
Menurutnya, dari keterangan tersangka uang yang terkumpul dari korban-korban PNS tersebut dialirkan ke sejumlah orang-orang lainnya yang diduga melindungi kegiatan percaloan ini. Jumlah jaringan ini diperkirakan mencapai sekitar 60 orang.
     
Modus percaloan ini dilakukan dengan membuka data base tenaga honorer. Dia mengatakan, semua data base tenaga honorer masuk melalui tersangka.
     
"Kami berjanji akan mengusut hingga tuntas kasus percaloan ini. Kasus ini memiliki jaringan yang cukup luas, makanya kami juga berharap bantuan dari berbagai pihak untuk mengungkap kasus ini," katanya. (*/tribun-timur.com) 
Sumber:
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved