Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

HMI

HMI Komisariat Perintis Ajak Mahasiswa Ikut Sekolah Aktivis

HMI Komisariat Perintis Ajak Mahasiswa Ikut Sekolah Aktivis

Penulis: Hasriyani Latif | Editor: Muh. Irham
MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM -  Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Koordinator Komisariat (Korkom) Perintis Cabang Makassar mengajak mahasiswa, khususnya anggota komisariat HMI di seluruh perguruan tinggi di Makassar untuk lebih bersikap tegas dan terarah.

Ajakan ini tertuang dalam Sekolah Aktivis yang akan digelar di LEC Baruga Antang pada Senin-Jumat (20-24/6). Sekolah ini terbuka bagi anggota komisariat HMI yang telah lulus (LK II) Intermediate Training.

Penanggungjawab Sekolah Aktivis, Muhammad Adil, Selasa (14/6/2011), mengatakan, kegiatan ini dimaksudkan untuk mewujudkan eksistensi mahasiswa sebagai agen perubahan, baik secara individual maupun kelembagaan. Sehingga mahasiswa mampu bersikap tegas dan terarah dalam menjalankan fungsi-fungsi sosial.

Selain itu, kegiatan ini bertujuan untuk menghadirkan karakter-karakter kepemimpinan yang kuat dengan loyalitas dan integritas yang seimbang sesuai tuntutan zaman. Juga untuk menghadirkan formulasi gerakan mahasiswa baru yang lebih progresif berdasar atas paradigma gerakan yang benar.

Dikatakan, untuk menjadi peserta dalam Sekolah Aktivis ini, terlebih dahulu harus mengikuti prosedur yang ditetapkan. Yakni membawa surat mandat dari komisariat, mengisi formulir pendaftaran, mengikuti proses wawancara, serta membuat makalah.

Untuk proses wawancara akan digelar Minggu (19/6/2011) dengan materi seputar kemahasiswaan, kebangsaan, dan ke-HMI-an. "Untuk makalah, peserta harus membuat makalah minimal 10 lembar, dengan spasi 1,5, front 12, dan margin 4433. Tema makalahnya sesuai dengan tema kegiatan, yakni Transfigurasi Visi dan Pola Pergerakan Mahasiswa. Makalah ini dipersentasekan sebagai bahan penilaian," katanya.

Nah, yang berhak mengikuti kegiatan yang berlangsung selama empat hari ini adalah peserta yang telah dinyatakan lulus wawancara dan presentase oleh stering commitee, membayar kontribusi Rp 10 ribu per peserta, serta menyediakan kelengkapan, seperti pakaian, alat mandi Salat, buku rujukan, dan tafsir. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved