Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Unhas Kembangkan SDM Energi Nuklir

Pusat Teknologi Keselamatan dan Metrologi Radiasi Badan Tenaga Nuklir Nasional bekerja sama dengan Unhas akan mengembangkan SDM bidang tenaga nuklir

Tayang:
Editor: syakin

Makassar, Tribun - Pusat Teknologi Keselamatan dan Metrologi Radiasi (PTKMR) Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) bekerja sama dengan Universitas Hasanuddin (Unhas) akan mengembangkan sumber daya manusia (SDM) di bidang tenaga nukulir.

    Kerja sama tersebut ditandai dalam penantanganan nota kesepahaman (MoU) antara Batan dan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Unhas di kampus Unhas, Tamalanrea, Makassar, Jumat (22/10).
    Kerja sama antara Batan dengan F Mipa Unhas tersebut mencakup pengembangan sumber daya manusia di bidang teknik keselamatan dan metrologi radiasi.
    Penandatanganan kerja sama dilakukan Dekan Fakultas Mipa Unhas Prof Dr Abdul Wahid Wahab MSc dengan Kepala PTKMR Dr Widodo Soesilo disaksikan Wakil Rektor IV Bidang Pengembangan dan Kerja Sama Unhas Prof Dr Dwia Aries Tina NK MA.
    Dwia mengatakan, pemanfaatan energi nuklir sesungguhnya jauh lebih luas dan dapat diarahkan kepada sisi positif kepentingan umat manusia. Selama ini penggunaan tenaga nuklir selalu ditentang dalam kaitannya dengan aspek persenjataan, padahal energi nuklir dapat dimanfaatkan untuk untuk kemaslahatan umat manusia.
    Energi nuklir dapat digunakan untuk kepentingan beberapa bidang di antaranya, pertanian, peternakan, dan kesehatan.
    "Kini sudah saatnya kita kembangkan nuclear for peace (nuklir untuk perdamaian). Kita juga dapat mengembangkan kerja sama ini dalam bidang pertanian, kedokteran, farmasi, dan sebagainya. Bahkan, kemungkinan dalam bidang sosial budaya," kata Dwia.
    Ia berharap ke depan Unhas dapat melakukan aplikasi penggunaan energi nuklir untuk kepentingan yang tidak berkaitan dengan persenjataan. Apalagi, Unhas saat ini melengkapi fasilitas rumah sakitnya, juga akan banyak memanfaatkan keterlibatan nuklir.
    "Kita perlu sosialisasikan bahwa nuklir bermanfaat bagi penghematan energi. Di Israel tanah kering dapat menjadi subur karena memanfaatkan aspek nuklir di dalam pengelolaannya," tambah Dwia.(ana)

Dosen Masih Kerja Sendiri-sendiri
KEPALA Humas Unhas M Dahlan Abubakar mengatakan, sebenarnya sudah ada beberapa dosen Unhas yang telah menggunakan energi nuklir dalam penelitiannya kemudian diterapkan ke masyarakat.
    Hanya saja, dosen-dosen Unhas tersebut masih melakukan pemanfaatan energi secara sendiri-sendiri dan belum dilakukan dalam skala besar. Misalnya saja, Prof Alifian Noor (Mantan dekan Mipa) sudah mengguanakan energi nukulir di bidang pertanian.
    "Yakni mempercepat produksi padi, panen bisa dilakukan dalam jangka waktu 3-4 bulan yang sudah diterapkan di Galesong, Takalar, beberapa tahun lalu," ujar Dahlan.
    Dahlan menambahkan, Dekan Fakultas Peternakan Unhas Prof Dr Syamsuddin Hasan juga pernah memanfaatkan energi nuklir di bidang peternakan yakni percepatan kelahiran sapi. Yakni sapi dapat melahirkan dua kali dalam setahun. Unhas juga dijadwalkan akan memanfaatan energi  nuklir dalam bidang kesehatan terutama untuk faksin malaria.(ana)
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved