Danamon Sulampua Tak Tertarik Biayai Ruko
Regional Consumer Lending Head Bank Danamon Regional Sulawesi, Maluku dan Papua, Herman Djafar mengatakan
Penulis: Muhammad Fadhly Ali | Editor: Imam Wahyudi
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Sejak dua tahun terakhir, market rumah toko (ruko) di Kota Makassar mengalami kelesuan.
Selain market menurun drastis dibanding puluhan tahun yang lalu, pembiayaan debitur banyak yang mangkrak.
Hal ini membuat Bank Danamon Regional Sulawesi, Maluku dan Papua tak tertarik membiayai segmen ruko.
Regional Consumer Lending Head Bank Danamon Regional Sulawesi, Maluku dan Papua, Herman Djafar mengatakan, kondisi ekonomi di Indonesia masih stagnan.
Pun bisnis toko habis dihajar shopping online. Orang sekarang suka belanja online. Tidak lagi butuh pajangan di toko. Akibatnya demand (permintaan) ruko turun
"Kami pun fokus pada Kredit Pemilikan Rumah. Kuartal pertama ada pertumbuhan 5 persen hingga 6 persen," kata Herman.
Agar lebih atraktif lagi perusahaan telah melebarkan sayap kerja sama dengan dua developer kelas kakap.
"Kami baru ini teken kerja sama dengan IMB Property dan Summerecon. Keduanya punya produk baru, semoga bisa menunjang realisasi kredit kami khususnya KPR," katanya.
Bank Danamon menawarkan minimal plafon pinjaman Rp 250 juta dengan maksimal tenor 20 tahun.
"Kami menyediakan KPR dengan suku bunga KPR Danamon 2019 yang rendah yaitu 6.75 persen per tahun untuk masa promosi 3 tahun," ujarnya.(tribun-timur.com)
Laporan Wartawan Tribun-Timur.com, @fadhlymuhammad