Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Survei Februari-Maret, Prabowo-Sandi Merangkak Naik di Sulsel, Jokowi-Ma'ruf Menurun

Lembaga Survei Indikator Politik Indonesia mengeluarkan survei periode 26 Februari – 4 Maret 2019 untuk pemilihan presiden

Penulis: Muh. Hasim Arfah | Editor: Munawwarah Ahmad
Muh Hasim Arfah
Lembaga Survei Indikator Politik Indonesia mengeluarkan survei untuk periode 26 Februari – 4 Maret 2019 untuk pemilihan presiden dan wakil presiden di Sulawesi Selatan. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR- Lembaga Survei Indikator Politik Indonesia mengeluarkan survei periode 26 Februari – 4 Maret 2019 untuk pemilihan presiden dan wakil presiden di Sulawesi Selatan.

Dari survei ini, top of mind calon presiden untuk Joko Widodo mencapai 41,2 persen.

Angka ini menurun sekitar 1,1 persen dari survei bulan Januari, 42,3 persen.

Sementara itu, Prabowo Subianto mencapai 35,9 persen.

Angkanya bertambang sekitar 2,1 persen dari survei bulan Januari, 33,8 persen.

Indikator juga menerka jika pemilihan presiden diadakan sekarang, pilihan responden jatuh kepada Joko Widodo (Jokowi) dan KH Ma’ruf Amin dengan persentase 48,1 persen.

Sementara itu, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno meraih 40 persen. Sementara itu, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno meraih 39,7 persen.

Responden yang tidak menjawab atau tidak tahu sebesar 11,9 persen.

Suara Jokowi-Ma’ruf Amin Januari 2019, 48,1 persen.

Sementara itu, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno meraih 39,7 persen.

Responden yang tidak menjawab atau tidak tahu sebesar 12,1 persen.

Populasi survei ini adalah seluruh warga negara Indonesia di Provinsi Sulawesi Selatan yang punya hak pilih dalam pemilihan umum, yakni mereka yang sudah berumur 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei dilakukan.

Survei ini menggunakan jumlah sampel sebanyak 1000 orang. Dengan metode multistage random sampling Desa/kelurahan di tingkat Kecamatan dipilih dengan jumlah proporsional, dan dengan memiliki toleransi kesalahan (margin of error) sebesar ±3.2% pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Responden terpilih diwawancarai lewat tatap muka oleh pewawancara yang telah dilatih.

Quality control terhadap hasil wawancara dilakukan secara random sebesar 20% dari total sampel oleh supervisor dengan kembali mendatangi responden terpilih (spot check).

Dalam quality control tidak ditemukan kesalahan berarti.

Jangan Lupa Subscribe Channel Youtube Tribun Timur :

Jangan Lupa Follow akun Instagram Tribun Timur:

Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved