Boeing 737 Max 8 Jadi Sorotan hingga Dilarang Terbang,Garuda Indonesia Pesan 50 Unit Boeing 737 Max

Maskapai Garuda Indonesia telah memesan 50 unit pesawat Boeing 737 Max. Saat ini, baru satu unit yang dioperasikan oleh maskapai pelat merah itu.

Boeing 737 Max 8 Jadi Sorotan hingga Dilarang Terbang,Garuda Indonesia Pesan 50 Unit  Boeing 737 Max
ARSIP GARUDA INDONESIA
Pesawat Boeing 737 MAX 8 telah dioperasionalkan oleh Garuda Indonesia, di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Minggu (7/1/2018). 

TRIBUN-TIMUR.COM-Maskapai Garuda Indonesia telah memesan 50 unit pesawat Boeing 737 Max. Saat ini, baru satu unit yang dioperasikan oleh maskapai pelat merah itu.

Lantas, apa alasan Garuda Indonesia lebih memilih memesan pesawat Boeing 737 Max ketimbang jenis lain?

Direktur Teknik Garuda Indonesia, I Wayan Susena mengatakan, pihaknya memutuskan membeli pesawat Boeing 737 Max karena pesawat yang biasa digunakan garuda tak lagi diproduksi.

Pesawat tersebut, yakni Boeing 737-800.

Baca: Satu Pesawat Boeing 737 MAX 8 Ditahan di Bandara Hasanuddin

Baca: Kemenhub Mulai Investigasi, CEO Boeing Yakin 370 Unit Pesawat B-737 Max 8 Masih Aman

Baca: Indonesia dan China Larang Terbang Sementara, Ini Deretan Maskapai yang Masih Pakai Boeing 737 MAX 8

Pesawat Boeing 737 MAX 8 telah dioperasionalkan oleh Garuda Indonesia, di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Minggu (7/1/2018).
Pesawat Boeing 737 MAX 8 telah dioperasionalkan oleh Garuda Indonesia, di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Minggu (7/1/2018). (ARSIP GARUDA INDONESIA)

"Karena 737 800 tidak produksi lagi. Kan dia mendesain tipe baru. Kan sama dengan airbus. Kita akan melihat apakah ini sesuai dengan bisnis kita atau tidak," ujar Wayan di Jakarta, Rabu (13/3/2019).

Wayan menambahkan, sesuai informasi spesifikasi yang diterimanya, pesawat Boeing 737 Max disebut lebih irit bahan bakar.

"Kalau sesuai spesifikasi dia lebih efisien dari sisi fuel. Waktu itu antara 10 sampai 15 persen (lebih irit) dibanding seri 800," kata Wayan.

Saat ditanyai apakah Garuda Indonesia akan tetap melanjutkan pemesanan pesawat jenis tersebur, Wayan belum bisa memastikannya.

"Nah itu belum tahu, kami masih evaluasi internal kami di Garuda. Kami juga menunggu hasil daripada investigasi, dari FAA, Dari Kemenhub. Kami sih mengikuti apa yang menjadi regulasi. Intinya kami mengutamakan keselamatan penerbangan," ucap dia.

Sebelumnya, pesawat Boeing 737 Max 8 kembali mengalami kecelakaan. Kali ini pesawat Boeing 737 Max 8 yang dioperasikan maskapi Ethiopian Airlines terjatuh dalam perjalanan dari Addis ke Nairobi, Kenya pada Minggu (10/3/2019).

Halaman
123
Editor: Anita Kusuma Wardana
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved