Caleg Parpol Pengusung Belum Maksimal Menangkan Jokowi-Ma'ruf

Namun secara nasional, kata Syamsul, pasangan Jokowi-Ma'ruf Amim menang di 21 provinsi, 11 provinsi Prabowo-Sandi dan imbang 2 provinsi.

Caleg Parpol Pengusung Belum Maksimal Menangkan Jokowi-Ma'ruf
abd azis/tribuntimur.com
TIM Kampanye Daerah Koalisi Indonesia Kerja (TKD KIK) Joko Widodo-Ma'ruf Amin Sulsel menggelar Training of Trainers (ToT) di Hotel Grand Asia, Jl Boulevard, Makassar, Sabtu (8/3/2019). Ketua TKD KIK Jokowi-Ma'ruf Sulsel, Syamsul Bachri, mengatakan, kegiatan ToT Direktorat Saksi TKD Jokowi-Ma'ruf Sulsel digelar dalam rangka memastikan seluruh sistem TKD provinsi dan kabupaten/kota di Sulsel mencapai target. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Ketua Tim Kampanye Daerah Koalisi Indonesia Kerja (TKD KIK) Joko Widodo-Ma'ruf Amin Sulawesi Selatan (Sulsel), Syamsul Bachri mengaku menerima banyak keluhan dari tim TKD KIK di kabupaten/kota.

Hal tersebut disampaikan Syamsul Bachri di sela-sela kegiatan Training of Trainers (ToT) Direktorat Saksi TKD KIK Jokowi-Ma'ruf di Hotel Grand Asia, Jl Boulevard, Makassar, Sabtu (8/3/2019).

Baca: Diduga Ada Penyimpangan, Proyek IPAL Makassar Diusut Kejaksaan

"Memang ada keluhan-keluhan dari teman-teman TKD di kabupaten/kota bahwa caleg-caleg dari partai (pengusung Jokowi-Ma'ruf) perlu lebih meningkatkan sosialisasi Jokowi-Ma'ruf," kata Ketua TKD KIK Jokowi-Ma'ruf Sulsel, Syamsul Bachri, Jumat (8/3/2019).

"Mereka berharap kalau caleg sosialisasi, bisa sekaligus sosialisasikan Pak Jokowi-Ma'ruf. Tentu kami akan sampaikan kepada seluruh pimpinan masing-masing partai pengusung untuk menegaskan peran caleg untuk memenangkan Jokowi-Ma'ruf," tambah anggota Fraksi Partai Golkar DPR RI itu.

Baca: TRIBUNWIKI: Kapan Terbentuknya Komisi Pemilihan Umum atau KPU? Apa Fungsinya? Berikut Ulasannya!

Syamsul Bachri menambahkan bahwa tim TKD KIK Jokowi-Ma'ruf di daerah rata-rata sudah jalan dengan baik ditengah-tengah keterbatasan yang ada. Keterbatasan yang dimaksud adalah belum adanya alat peraga kampanye (APK) dari Jokowi-Ma'ruf.

"Dan pendanaan menjadi info pertama tadi dan kami menyadari itu dengan APK kami sangat terbatas. Tiba dari Jakarta itu sangat terlambat, mungkin minggu ketiga baru tiba apa yang kami harapkan," ungkap Syamsul.

Dia menjelaskan bahwa kawan-kawan ini merasakan dampak dari hoaks yang berkembang di daerah masing-masing. Mereka pun, lanjut Syamsul meminta kepada kami agar TKD provinsi untuk tidak segan-segan melaporkan ke pihak berwajib apabila terjadi hoaks yang ada dilapangan.

Baca: Tiga OPD Pemprov Sulsel Akhirnya Lelang Proyek di LPSE 2019

"Mereka minta TKD provinsi dan TKN jangan terlalu bersabar, jangan terlalu menahan diri. Kalau perlu serang balik. Lalu kami sampaikan itu bukan tipe kami. Kami memang capek juga cuci piring dari sampa-sampa hoaks yang ada," katanya.

"Kami juga sudah sampaikan soal elektabilitas Jokowi-Ma'ruf di Sulsel. Jokowi-Ma'ruf 46 persen dan Prabowo-Sandi 41 persen. 12 persen belum bersikap. Itu hasil survei semua kabupaten/kota. Kita ada kalah, ada juga menang di Sulsel," jelas Syamsul.

Baca: TRIBUNWIKI: Denny Sumargo Tidak Terbukti Hamili Dj Verny, Berikut Karier Pemain di Film 5 CM ini!

Namun secara nasional, kata Syamsul, pasangan Jokowi-Ma'ruf Amim menang di 21 provinsi, 11 provinsi Prabowo-Sandi dan imbang 2 provinsi.

"Kita berusaha agar 52 persen kita lewati. Mereka semuanya sepakat. Kami optimistis Jokowi-Ma'ruf Amin menang. 52 persen ini sampai menang. Kita optimistis menang di Sulsel," ungkap Syamsul.(*)

Laporan Wartawan tribuntimurcom @abdul-azis-alimuddin

Jangan Lupa Subscribe Channel Youtube Tribun Timur :

Jangan Lupa Follow akun Instagram Tribun Timur:

Penulis: Abdul Azis
Editor: Hasrul
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved