Korupsi Dana PNPM, Ibu Dua Anak asal Maros Dituntut Dua Tahun Penjara

"Kita sudah bacakan tuntutannya pekan lalu. Tuntutanya dua tahun penjara," kata JPU Kejari Maros, Hamka Dahlan kepada wartawan.

Korupsi Dana PNPM, Ibu Dua Anak asal Maros Dituntut Dua Tahun Penjara
hasan/tribuntimur.com
Korupsi Dana PNPM, Ibu Dua Anak asal Maros Dituntut Dua Tahun 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Ernawati binit Arsyad selaku Kelompok Sipakatau, Kelompok Risky, Kelompok Anggrek dan Kelompok Dahlia, dituntut dua tahun penjara atas kasus dugaan korupsi.

Tuntutan ini dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Makassar, Hamka Dahlan di Pengadilan Negeri Makassar.

Baca: Pendaftaran Polisi Gratis, Polres Maros: Lapor Jika Ada Calo

Baca: Bawaslu Pastikan Video Kampanye Jangan Pilih Jokowi Bukan di Maros

"Kita sudah bacakan tuntutannya pekan lalu. Tuntutanya dua tahun penjara," kata JPU Kejari Maros, Hamka Dahlan kepada wartawan.

Ernawati dalam perkara diduga terlibat dalam kasus dugaan korupsi kegiatan program nasional  Pemberdayaan Masyarakat-Mandiri Pedesaan (PNPM-MP tahun anggaran 2010 sampai 2014.

Yang anggarannya  bersumber dari dana APBN sebesar 80 % dan dari  APBD Kabupaten Maros sebesar 20 % sebagai dana pendamping.

Baca: Dinas Pariwisata Mamasa Alokasikan Rp 750 Juta untuk Objek Wisata Buntu Liarra

Terdakwa diduga memperkaya diri sendiri atau orang lain atau koorporasi yang mengakibatkan kerugian keuangan negara sebesar Rp.61.164.000.

Kerugian negara ditimbulkan sebagaimana hasil audit perhitungan kerugian keuangan negara yang dilakukan oleh Tim Audit Inspektorat Kabupaten Maros yang tertuang dalam Surat Nomor : 700.043/53/KHS/XII/2016  12 Desember 2016.

Selanjutnya, Ibu dua anak ini bakal menjalani persidangan dengan agenda pembacaan putusan. Berdasarkan informasi diperoleh Tribun, sidang putusan rencana dibacakan pada 19 Maret mendatang.(*)

Jangan Lupa Subscribe Channel Youtube Tribun Timur :

Jangan Lupa Follow akun Instagram Tribun Timur:

Penulis: Hasan Basri
Editor: Hasrul
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved