Bawaslu Pastikan Video Kampanye 'Jangan Pilih Jokowi' Bukan di Maros

Bawaslu Maros memastikan ibu-ibu yang diduga melakukan kampanye hitam terhadap pasangan calon Presiden Jokowi-Ma'ruf berasal dari daerah lain

Bawaslu Pastikan Video Kampanye 'Jangan Pilih Jokowi' Bukan di Maros
ansar
Ketua Panwas Maros, Sufirman 

TRIBUN-MAROS.COM, TURIKALE - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten maros, memastikan ibu-ibu yang diduga melakukan kampanye hitam terhadap pasangan calon Presiden RI, Jokowi-Ma'ruf, berasal dari daerah lain, Kamis (7/3/2919).

Bawaslu melakukan pencarian, setelah video berdurasi 45 detik beredar di Maros. Bahkan menjadi perbincangan di media sosial.

Ketua Bawaslu maros, Sufirman mengatakan, Panwascam telah menyisir wilayah kerjanya masing-masing, namun tidak berhasil menemukan pelaku.

Baca: Disaksikan Menteri Pertanian, Warga Wajo Perebutkan Kambing Bantuan

Baca: Hari Libur, Ini Yang Dilakukan Bupati, Wabup, Sekda dan Dandim 1425 Jeneponto

Baca: Mulai April, Pemkot Palu Mengaku Tidak Mampu Lagi Tanggung Jadup Pengungsi

Seorang ibu-ibu meminta kepada warga supaya tidak memilih Jokowi sebagai Presiden RI.
Seorang ibu-ibu meminta kepada warga supaya tidak memilih Jokowi sebagai Presiden RI. (HANDOVER)

"Setelah video yang diduga kampanye hitam ini viral di Maros, kami menurunkan anggota untuk menelusuri kejadian itu. Tapi tidak ada informasi lokasi kejadian yang ditemukan," kata Sufirman.

Sufirman yakin, meski pelaku pada video tersebut menggunakan dialog Bugis-Makassar, namun dipastikan lokasi kejadiannya di daerah lain.

Jika di Maros kejadiannya, Panwascam telah menemukannya. Bawaslu menyisir 14 kecamatan, setelah menerima perintah dari Provinsi Sulsel.

"Kalau di Maros, pasti kami temukan pelaku. Tapi kejadiannya di daerah lain. Memang viral di Maros, tapi kejadiannya di daerah lain," kata Sufirman.

Sufirman telah instruksikan ke anggoatanya, supaya Panwascam tetap melakukan pengawasan ketat. Semua kegiatan atau gerakan yang berkaitan dengan Pemilu, harus diintai.

Dalam video kampaye hitam tesebut, seorang ibu kedapatan melakukan kampanye hitam melalui door to door.

Saat kampanye, ibu-ibu mengajak untuk tidak memilih pasangan Jokowi-Ma'ruf.

Pelaku menyampaikan, jika Jokowi kembali terpilih, maka akan menghapus pendidikan kurikulum agama, serta mengganti pesantren menjadi sekolah umum.

Video tersebut sudah dilihat oleh Ketua Bawaslu Maros Sufirman.

Laporan Wartawan TribunMaros.com, @anchakaumanshar

Jangan Lupa Subscribe Channel Youtube Tribun Timur :

Jangan Lupa Follow akun Instagram Tribun Timur:

1

A

Penulis: Ansar
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved