Pemilu 2019

15 Camat Diduga Langgar Netralitas ASN, Ini Kata Mahasiswa Unismuh Asal Selayar

Mahasiswa Unismuh Makassar asal selayar Andi Agus, turut memberikan komentar. Menurutnya, pada dasarnya hak untuk memilih boleh saja

15 Camat Diduga Langgar Netralitas ASN, Ini Kata Mahasiswa Unismuh Asal Selayar
Andi Agus
Andi Agus

TRIBUNSELAYAR.COM, BENTENG - Berdasarkan video berdurasi satu menit 26 detik yang beredar di sejumlah media sosial.

Ada 15 Camat Makassar bersama dengan mantan Gubernur Sulawesi Selatan SYL, terang terangan menyatakan tekad untuk mendukung capres nomor urut 01, Jokowi-Ma’ruf Amin untuk satu periode lagi.

Mahasiswa Unismuh Makassar asal selayar Andi Agus, turut memberikan komentar.

Baca: Lulus CPNS 2013, Tapi NIP Belum Keluar, Guru Datangi Ketua DPRD Wajo

Baca: Bawaslu Bantaeng Butuh Delapan Pegawai Pemerintah Non PNS

Baca: Bawaslu Toraja Utara Bakal Copot Billboard Caleg Depan Kantor BRI Rantepao

Menurutnya, pada dasarnya hak untuk memilih boleh saja dimiliki oleh siapapun dinegeri ini.

"Untuk itu saya sebenarnya mengapresiasi jika ada camat untuk, menyosialisasikan agar pemilihan eksekutif maupun legislatif agar disukseskan," katanya pada Tribunselayar.com, Kamis (21/2/2019).

Tetapi harusnya, tambahnya, mereka tidak boleh kampanye karena Mendagri sudah menyampaikan hal demikian.

"Kita ingin Mendagri tegas, persoalan Sahrul Yasin Limpo sebenarnya tidak masalah karena dia bukan lagi pejabat publik," ujarnya.

Andi Agus menjelaskan, jika Mendagri tidak berbuat apa-apa kepada camat tersebut. Disini akan diuji integritas dan kapasitasnya dalam menerjemahkan kampanye yang dilakukan ASN.

"Tetaplah bertarung dengan sehat. Jangan merusak sistem demokrasi kita. Siapapun pilihan rakyat, itu hak rakyat sesuai kebutuhannya. Terapkanlah asas luber jurdil agar demokrasi semakin harmonis," ungkapnya.

Laporan Wartawan TribunSelayar.com, Nurwahidah, IG: @ Nur_Wahidah_Saleh

Jangan Lupa Subscribe Channel Youtube Tribun Timur :

Follow juga akun instagram tribun-timur.com:

Penulis: Nurwahidah
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved