Dua Wanita Gowa Dijual ke Kafe Remang-remang di Pangkep, Ini Tanggapan Syamsuddin Hamid

Dia menambahkan, persoalan ini menjadi perhatian serius dan berjanji akan membicarakannya ditingkat muspida.

Dua Wanita Gowa Dijual ke Kafe Remang-remang di Pangkep, Ini Tanggapan Syamsuddin Hamid
munjiyah/tribunpangkep.com
Bupati Pangkep, Syamsuddin Hamid 

TRIBUNPANGKEP.COM, PANGKAJENE - Bupati Pangkep, Syamsuddin A Hamid menanggapi kasus dua gadis asal Kabupaten Gowa yang telah dipaksa menjadi pelayan di sebuah kafe remang-remang di Kabupaten Pangkep.

"Belum sampai laporannya ke saya, ini baru saya baca dari Tribun," kata Syamsuddin ikonfirmasi TribunPangkep.com yang saat ini berada di luar kota, Selasa (12/2/2019).

Dia menambahkan, persoalan ini menjadi perhatian serius dan berjanji akan membicarakannya ditingkat muspida.

"Insya Allah kalau saya pulang akan dibicarakan ditingkat Muspida," jelasnya.

Sebelumnya diberitakan dua gadis asal Kabupaten Gowa, DN (17) dan NA (18) telah menjadi korban perdagangan perempuan.

Awalnya mereka ditawari bekerja di kantor dengan iming-iming gaji yang lumayan, DN dan NA justru dipaksa menjadi pelayan di sebuah kafe remang-remang di Kabupaten Pangkep.

Kasus ini terungkap setelah orangtua korban melaporkan kasus ini ke Polres Gowa, Jumat (8/2/2019) lalu. Hanya butuh tiga hari, Satreskrim Polres Gowa berhasil mengungkap dan menangkap para pelaku, Senin (11/2/2019). Korban kini dikembalikan kepada orangtua masing-masing.

Kasat Reskrim Polres Gowa AKP Herly Purnama mengungkapkan, kedua korban dipaksa bekerja melayani pengunjung kafe untuk menikmati minuman beralkohol.

"Korban awalnya tidak tahu akan dijadikan pelayan kafe remang-remang. Keduanya hanya dijanjikan pekerjaan dengan iming-iming gaji Rp 500 ribu per Minggu," ungkap AKP Herly di kantornya, kemarin.

Tiga pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka. Makassar. Ketiganya adalah Amir bin Ambo (34), Saing (23), serta NR (17 tahun). NR adalah perempuan yang masih berstatus pelajar di Kota Makassar.

Halaman
12
Penulis: Munjiyah Dirga Ghazali
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved