Pemilu 2019

Bawaslu Soppeng Belum Putuskan Nasib ASN Pemprov

"Kami sementara penyelidikan di Gakkumdu Soppeng," ujar Ketua Bawaslu Soppeng Winardi, Minggu (10/2/2019).

TRIBUN-TIMUR.COM,SOPPENG - Badan Pengawas Pemilu atau Bawaslu Soppeng, sementara mengkaji pelanggaran yang dilakukan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemprov Sulsel Muh Hasby Rasyad.

"Kami sementara penyelidikan di Gakkumdu Soppeng," ujar Ketua Bawaslu Soppeng Winardi, Minggu (10/2/2019).

Gakkumdu Soppeng akan memutuskan pelanggaran yang dilakukan Muh Hasby Rasyad, paling lambat 14 hari kerja setelah dilakukan registrasi.

Baca: Ratusan Bikers di Soppeng Dukung MRSF

Baca: Warga Soppeng Kerja Bakti Serentak Cegah DBD

Baca: Lampu Tenaga Surya Terpasang di Soppeng

"Masa penyelidikannya bisa sampai 7 hari kerja. Namun apabila masih dibutuhkan tambahan waktu, maka akan ditambah 7 hari lagi," tambah Winardi.

Kasus Muh. Hasby mulai diregistrasi di Bawaslu Soppeng per 6 Februari.

Bawaslu Soppeng juga kemungkinan akan mendatangkan ahli bahasa, untuk mengkaji pelanggaran yang dilakukan Muh. Hasby.

Apabila bukti cukup kuat, maka kasus yang ditangani Gakkumudu, akan dilimpahkan ke Polres Soppeng.

Sekedar diketahui, Muh Hasbi diperiksa Gakkumdu setelah ada postingannya di Media Sosial (Medsos).

Pada postingannya di Medsos, Muh Hasby, diduga mengampanyekan salah satu calon presiden, dengan simbol-simbol tertentu.

Padahal, seorang Aparatus Sipil Negara atau ASN wajib menjaga netralitasnya.

Sebagaimana diatur dalam undang-undang nomor 7 Tahun 2017, yang berisikan larangan khusus bagi pelaksana dan atau tim kampanye pemilu yang melanggar.

Juga diatur dalam pasal 494 dan pasal 280 ayat dua, berbunyi para pelanggar dipidana dengan pidana kurungan paling lama satu tahun dan denda paling banyak Rp 12 juta.

Laporan Wartawan TribunSoppeng.com @ sudizne

Penulis: Sudirman
Editor: Nurul Adha Islamiah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved