Dosen Farmasi UMI Kenalkan Jahe Istan di Desa Gunung Silanu
Tim pengabdi diketuai Risda Waris yang juga dosen Fakultas Farmasi UMI, beranggotakan Ahmad Najib (Kepala Laboratorium Farmakognosi-Fitokimia
Penulis: Muhammad Fadhly Ali | Editor: Nurul Adha Islamiah
Laporan Wartawan Tribun Timur, Muhammad Fadhly Ali
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Dosen Fakultas Farmasi Universitas Muslim Indonesia atau Farmasi UMI menggelar Pengabdian Kepada Masyarakat dan Dakwah (PKMD) di Desa Gunung Silanu Kecamatan Bangkala, Kabupaten Jeneponto, Sulsel Sabtu (2/2/2019).
Tim pengabdi diketuai Risda Waris yang juga dosen Fakultas Farmasi UMI, beranggotakan Ahmad Najib (Kepala Laboratorium Farmakognosi-Fitokimia fakultas farmasi UMI) dan Asni Amin (Dosen Fakultas Farmasi UMI) menjelaskan pembuatan Jahe Instan.
Risda menuturkan, pengabdian kepada masyarakat salah satu bentuk Tri Darma perguruan tinggi yang kali ini dilaksanakan di Desa Gunung Silanu Jeneponto.
Baca: Kondisi Terakhir Vanessa Angel di Rumah Sakit dan Curhat Ayahnya kepada Hotman Paris
Baca: Permintaan Mahfud MD Agar Polemik Rocky Gerung Segera Diakhiri & Prediksi Kasusnya Tak Akan Lanjut
Baca: 4 Update Bursa Transfer Borneo Pinjam Pemain Persib Bandung, Pelatih Baru PSM & Jersey Anyar Persija
Program pengabdian tersebut merupakan kegiatan internal dosen UMI di bawah naungan Lembaga Pengabdian Masyrakat dan Dakwah (LPMD) UMI.
"Kegiatan ini dilaksanakan di balai desa Gunung Silanu, diikuti 50 ibu penggerakan PKK dan warga dusun setempat," ujar Risda via pesan WhatsApp Minggu (3/2/2019).
Kepala desa Gunung Silanu, Khaeruddin mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia meminta warga masyarakat ikut andil terlebih jahe instan bagi masyarakat Gunung Silanu merupakan hal baru.
"Terlebih banyak informasi obat yang dapat diperoleh khususnya manfaat jahe instan yang mengandung bahan rempah yang banyak tumbuh di sekitar kita," katanya.
Jahe instan dapat dimanfaatkan untuk kesehatan tubuh, menambah stamina, mengatasi masuk angin, pegal dan linu.
Minuman instan ini diolah dengan bahan alami, cara mengonsumsinya pun cukup di seduh dengan air hangat lalu di minum sebagai minuman kesehatan modern.
Tim dosen pengabdi berharap kegiatan ini dapat berlanjut hingga ke tahap produksi jahe instan dengan memberdayakan sasaran kepada masyarakat yang kurang produktif dan selama ini menjadi desa binaan UMI yang berada di pelosok-pelosok.
Dengan memahami pemanfaatan tanaman obat yang benar, masyarakat akan dapat memperoleh manfaat maksimal dari obat dan dapat meminimalkan segala hal yang tidak diinginkan yang dapat terjadi akibat pemakaian suatu obat.
"Kesehatan masyarakat pun terkadang dipengaruhi oleh kemampuan dari segi materi. Penghasilan masyarakat yang tidak mencukupi menjadi penghalangnya, sebab masyarakat biasanya hanya mengandalkan hasil perkebunan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari," kata Risda menambahkan.
Problema ini akan menjadi perhatian khusus agar masyarakat mampu menambah mata pencarian dan hidup sehat dari pengetahuan tanaman obat di sekitar mereka yang berada di pedesaan.
"Sehingga tidak ada lagi alasan untuk menerapkan hidup sehat. Karena itu perlu dilakukan observasi untuk mengetahui spesies tanaman obat yang banyak terdapat di sekitar pedesaan serta pelatihan khusus dalam memanfaatkan tanaman herbal menjadi sediaan herbal jahe instan," katanya.