Kasus Penipuan CPNS, Rahim Minta Kanwil Kemenkumham Sulbar Ikut Diperiksa

Meski begitu, sampai saat ini tersangka belum juga dilakukan penangkapan, alasan pihak kepolisian karena masih dalam tahap penyelidikan.

Kasus Penipuan CPNS, Rahim Minta Kanwil Kemenkumham Sulbar Ikut Diperiksa
munjiyah/tribunpangkep.com
Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyata Daerah (DPRD) Sulawesi Barat, Abdul Rahim 

Laporan Wartawan TribunSulbar.com, Nurhadi

TRIBUNSULBAR.COM, MAMUJU - Polda Sulbar berhasil mengungkapan kasus penipuan CPNS di Kemenkumham Sulbar.

Nama IR yang juga Calon Legislatif (Caleg) DPRD Provinsi Dapil Polman 3 ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Sulbar.

Meski begitu, sampai saat ini tersangka belum juga dilakukan penangkapan, alasan pihak kepolisian karena masih dalam tahap penyelidikan.

Baca: Polisi Tangkap Pelaku Pengrusakan Baliho APK Partai Nasdem Sulbar

Baca: Kapolres Mamuju: Perusakan APK Nasdem Sulbar Tidak Berlatar Politik

Baca: Istri Gubernur Sulbar Diperiksa Lima Jam oleh Bawaslu Polman

Anggota Komisi I DPRD Sulbar Abdul Rahim mengatakan, mestinya pelaku sudah dilakukan penangkapan. Menurutnya, persoalan tersebut sangat serius, tersangka tidak segera ditahan dikhawatirkan akan menambah korban lagi.

"Seharusnya dilakukan penangkapan, karena bisa jadi akan menghilangkan barang bukti, termasuk anggapan masyarakat bahwa dia tidak ada apa-apa," kata Rahim kepada TribunSulbar.com, Sabtu (19/1/2019).

Rahim juga menyampaikan, dengan ditangkapnya pelaku tentu menjadi pintu masuk untuk menelusuri kemungkinan adanya petunjuk keterlibatan pihak lain yang ikut bermain dalam masalah tersebut.

Baca: Jusuf Kalla: Saya Punya Ikatan Emosional dengan IMMIM

Baca: TRIBUNWIKI: 5 Buku Tere Liye Masuk di 10 Buku Laris Gramedia MaRI 19 Januari 2018, Ini Daftarnya

"Sepertinya saya sulit percaya kalau tidak ada aktor intelektualnya, maklum Irma itu hanya seorang ibu yang kerjanya Loundry. Kok berani-beraninya melakukan itu, saya malah meminta Kapolda agar ikut memeriksa Kakanwil Hukum dan HAM guna memastikan bahwa dia dan jajarannya tidak ada yang terlibat," ujar Rahim.

Lebih lanjut Rahim menuturkan, cukup yakin pelaku dalam menjalankan penipuan tidak seorang diri. Bahkan pihaknya dapat informasi, bahwa di internal Kanwil Hukum dan HAM sudah cukup lama mengetahui persoalan penipuan itu. Penipuan yang sedang berjalan di lapangan dengan memperlihatkan foto copy SK CPNS Kanwil Hukum dan HAM.

Baca: 4 Alasan Kenapa Harga Skincare Dibanderol dengan Mahal Banget! Dari Bahan hingga Kemasan

Baca: Kagetnya Pramugari Pesawat Kepresiden saat Lihat Kebiasaan Jokowi Usai Makan di Udara

"Saya meminta penyidik Polda agar segera memeriksa semua pihak yang diduga terlibat, berperan dan mengetahui kronoligis kasus ini, termasuk Kakanwil Hukum dan HAM harus ikut diperiksa karena terkait sebagai pimpinan lembaga yang diduga "dijual" Irma, berikut nama Ibu Farida tertera dengan jelas dalam foto copy SK CPNS yang diduga kuat palsu itu," tutur Rahim.

Halaman
12
Penulis: Nurhadi
Editor: Hasrul
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved