Bappeda Luwu Utara Evaluasi Pemetaan Partisipatif Desa

Badan Perencanaan Pembangunan (Bappeda) Kabupaten Luwu Utara memonitoring dan evaluasi kegiatan pemetaan partisipatif desa.

Bappeda Luwu Utara Evaluasi Pemetaan Partisipatif Desa
Bappeda Luwu Utara
Bappeda Luwu Utara memonitoring dan evaluasi kegiatan pemetaan partisipatif desa, Selasa (15/1/2019). 

Laporan Wartawan TribunLutra.com, Chalik Mawardi

TRIBUNLUTRA.COM, MASAMBA - Badan Perencanaan Pembangunan (Bappeda) Kabupaten Luwu Utara memonitoring dan evaluasi kegiatan pemetaan partisipatif desa.

Hal tersebut dilakukan untuk mengetahui gambaran dan progres pelaksanaan kegiatan itu sepanjang tahun 2018.

Monev mengundang seluruh pihak terkait, terutama perwakilan desa, kecamatan serta lembaga fasilitator dipimpin Sekretaris Bappeda, Agunawan, di Aula Bappeda, Selasa (15/1/2019).

Baca: Pengumuman CPNS Kemenag atau Kementerian Agama 2018 di Sini, Cek Namamu

Baca: Harga & Spesifikasi Xiaomi Redmi Note 7, Kamera 48 MP Harga Rp 2 Jutaan, Kapan Masuk ke Indonesia?

Baca: Fakta Baru Vanessa Angel Bisa Tersangka, Mucikari Ke-3 Ditahan Kenapa Mucikari Ke-4 Kabur?

Baca: Kenapa Prabowo Subianto Sebut Gaji Dokter Lebih Kecil dari Tukang Parkir? Reaksi IDI & Ali Ngabalin

Baca: Tom Holland, Pemeran Peter Parker, Bagikan Trailer Perdana Spiderman: Far from Home di Sini!

Baca: PSM vs Kalteng Putra, 26 Januari dan 3 Februari. Ini Jadwal Lengkap Laga Babak 32 Besar!

Baca: Bintang Hollywood Chris Pratt Tulis Kata Manis Saat Lamarannya Diterima Katherine Schwarzenegger

Baca: Striker Asing PSM Eero Markkanen Kaget Sambutan Suporter. Lihat Foto-fotonya Bersama Real Madrid

Agunawan menyebut, pemetaan partisipatif penting dan sejalan dengan Nawacita Presiden Republik Indonesia yaitu membangun Indonesia dari pinggiran.

“Pembangunan di desa tidak mungkin berjalan baik jika batas desa belum jelas dan tentu saja ini berpengaruh hingga ke tingkat kecamatan, kabupaten bahkan nasional," ujar Agunawan.

Monev juga dilakukan untuk mengetahui progres, capaian, kendala dan hal lain yang dapat menjadi pertimbangan untuk pelaksanaan di tahun 2019.

“Selain kendala yang akan kita bicarakan bersama, termasuk hal-hal positif di lapangan, berupa dukungan atau sistem kerja yang lebih efisien, itu semua yang akan menjadi rujukan kita tahun ini,” ujarnya.

Sainal Abidin dari Jaringan Kerja Pemetaan Partisipatif (JKPP) sebagai fasilitator desa menyampaikan bahwa target tiga kecamatan yaitu Bone-bone, Sukamaju dan Malangke untuk tahap pertama tahun 2018 belum seluruhnya rampung karena beberapa kendala di lapangan.

“Malangke dan Sukamaju hampir seluruhnya selesai, tinggal beberapa desa yang belum, ini terkendala konflik batas dan sumber daya manusia yang terbatas di desa. Sedangkan Bone-bone akan kita rampungkan dalam waktu dekat,” ungkapnya.

Dalam monev itu peserta juga berharap agar konflik batas yang saat ini terjadi dapat diselesaikan di tingkat kecamatan sehingga tidak menghambat kegiatan ini.

Baca: Hasil Akhir Seleksi CPNS 2018 Kemenag Via Kemenag.go.id & Telegram, Buka 2 Link Pengumuman Ini!

Baca: Kabar Terbaru Ustadz Arifin Ilham hingga Pesan soal Kematian Kepada Ketiga Istrinya

Baca: VIDEO: Begini Kemeriahan Penyambutan Piala Adipura di Polman

Lebih dekat dengan Tribun Timur, subscribe channel YouTube Kami: 

Follow juga akun instagram official Kami: 

Sebelum Meninggal Dunia, Robby Tumewu Derita Sakit ini Sejak 2013 hingga Jalani Operasi Otak

Pemain U19 PSM Makassar Bakal Promosi ke Tim Senior, Siapa Mereka?

7 Updating Transfer: Persib Bandung Coret Pemain, Pemain Titipan Robert Rene PSM Makassar, Persija?

Menurut Rocky Gerung, Bukan Prabowo Subianto Tapi Emak-emak & Kampus Lumpuhkan Jokowi di Pilpres

Penulis: Chalik Mawardi
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved