Harga Tiket Pesawat Mencekik, GM Hotel di Makassar Ungkap Dampaknya

Salah satu penunjang pariwisata, kata Budi adalah aksesibilitas di antaranya ditunjang dengan transportasi yang murah dan terjangkau.

Harga Tiket Pesawat Mencekik, GM Hotel di Makassar Ungkap Dampaknya
dok tribun timur
General Manager Aston Hotel, Joko Budi Jaya (kanan) dalam peringatan HUT Aston ke-5 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Nur Thamzil Tahir

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - General Manager Aston Makassar, Joko Budi Jaya ikut merespon kenaikan tarif pesawat hingga bagasi berbayar yang dilakukan beberapa maskapai.

Joko Budi memulai dengan menggambarkan kondisi ekonomi yang sedemikian lesu. Padahal efek global diharap mendatangkan devisa negara dari pariwisata.

Salah satu penunjang pariwisata, kata Budi adalah aksesibilitas di antaranya ditunjang dengan transportasi yang murah dan terjangkau.

Baca: Ratusan Rumah Rusak Diterjang Puting Beliung di Rancaekek Bandung! Lihat Kondisi Rumah Ini

Baca: Buruan! Anda Cari Furnitur seperti Kursi, Meja, hingga Rak Buku? Ada Program Tebus Murah di Informa

Kalau transportasi udara ramai-ramai memberlakukan kebijakan tersebut, maka dipastikan wisatawan akan turun.

"Kami yang di hotel menyaksikan langsung bagasi tamu bule kalau check in, kopernya besar. Dan biasanya ada beberapa tempat yang mereka kunjungi selama di Indonesia, kalau harga bagasi saja hampir 3/4 harga tiket kan berfikir mereka," kata Budi.

Seharusnya, kata Budi, pihak maskapai memikirkan hal itu.

GM Hotel Aston Makassar, Joko Budi Jaya
GM Hotel Aston Makassar, Joko Budi Jaya (TRIBUN TIMUR/HASRUL)

"Kalaulah diberlakukan mungkin secara berkala. Biasanya free 25 kg menjadi 15 kg dan seterusnya," kata pengurus Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) Sulsel itu.

Menurutnya, sekarang saja sudah mahal, malah ditambahkan beban seperti itu. Travel tentunya akan menaikkan harga dan calon wisatawan akan berpikir untuk liburan.

Baca: Cegah TKI Nonprosedural, Imigrasi Parepare Jalin Kerja Sama dengan BP3TKI dan PJTKI

Baca: Petugas Statistik Dinas Perikanan Pangkep Mengeluh DPRD Selalu Coret Anggarannya

"Seharusnya airline memberikan edukasi, sekarang yang terjadi, masyarakat dibawa pada takaran mau tidak mau, ya harus mau,” ujarnya.

“Karena tidak ada alternatif. Ini sama saja kita balik ke zaman 10 tahun yang lalu ketika airline sangat mahal dan tidak terjangkau," jelas Joko Budi.

Dan kemudian muncul low cost airline seperti Air Asia dan Lion Air, impact-nya masyarakat ramai-ramai ke airline tersebut.

"Sekarang, pola seperti ini akan mentriger pengusaha untuk melakukan terobosan. Terobosannya, ya pasti akan mengakomodasi masyarakat seperti kejadian 10 tahun yang lalu ketika airline murah berjaya," katanya. (*)

Subscribe untuk Lebih dekat dengan tribun-timur.com di Youtube:

Jangan lupa follow akun instagram tribun-timur.com

Penulis: Thamzil Thahir
Editor: Arif Fuddin Usman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved