Petugas Statistik Dinas Perikanan Pangkep Mengeluh DPRD Selalu Coret Anggarannya

Muhammad Nuh menambahkan, Dinas Perikanan Pangkep setiap tahun menganggarkan, namun selalu dicoret oleh tim anggaran dan DPRD Pangkep.

Petugas Statistik Dinas Perikanan Pangkep Mengeluh DPRD Selalu Coret Anggarannya
munjiyah/tribunpangkep.com
Petugas Statistik Dinas Perikanan Pangkep, Muhammad Nuh 

TRIBUNPANGKEP.COM, PANGKAJENE - Petugas Statistik Pangkep'>Dinas Perikanan Pangkep meminta dianggarkan biaya operasional pendataan di kepulauan.

"Kendala kami itu tidak ada biaya operasional pendataan dari Pemkab Pangkep khusus di kepulauan," kata Petugas Statistik Pangkep'>Dinas Perikanan Pangkep, Muhammad Nuh kepada TribunPangkep.com, Jumat (11/1/2019).

Menurut, Muhammad Nuh, ada 115 pulau yang harus didata dengan segala kendala di lapangan.

"Ada 115 pulau yang harus kami data, kami juga kekurangan tenaga untuk mendata setiap hasil-hasil perikanan tangkap di pulau, jenis kapal dan alat tangkap," ujarnya.

Muhammad Nuh menambahkan, Pangkep'>Dinas Perikanan Pangkep setiap tahun menganggarkan, namun selalu dicoret oleh tim anggaran dan Pangkep'>DPRD Pangkep.

"Selalu dicoret padahal kami itu petugas butuh sekali, karena sekali ke pulau terdekat saja, semisal pulau Saugi itu harus sewa kapal sekali Rp 250 ribuan," ungkapnya.

Dia berharap tim anggaran dan Pangkep'>DPRD Pangkep memahami situasi dan kondisi di lapangan, khususnya pendataan di kepulauan.

"Kalau bisa dianggarkan biaya operasional pendataan setiap bulan, karena data itu sangat penting dan harus akurat. Semoga tim anggaran dan Pangkep'>DPRD Pangkep memahami ini," jelasnya.

Penulis: Munjiyah Dirga Ghazali
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved