Makin Perkasa Atas Uang Amerika, Rupiah di Level Rp 13.990 Per Dollar AS! Ini Analisis Pengamat?

"Karena ekspektasi kenaikan bunga The Fed yang lebih longgar karena komentar terakhir dari gubernur The Fed yang dovish," lanjutnya.

Makin Perkasa Atas Uang Amerika, Rupiah di Level Rp 13.990 Per Dollar AS! Ini Analisis Pengamat?
sanovra/tribuntimur.com
Karyawan PT Haji La Tunrung Autorized Many Changer (AMC) melayani nasabah yang menukarkan uangnya di Jl RE. Martadinata, Makassar, Rabu (5/9/2018) lalu. Nilai tukar rupiah (kurs) terhadap dollar Amerika Serikat terus menguat, menembus Rp 14.084 per dollar, pada Senin (7/1/2019) pukul 08.45 WIB. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Mata uang rupiah unjuk gigi di tahun pemilu. Nilai tukar rupiah di pasar spot menguat 1,30% ke level Rp 14.084 per dollar Amerika Serikat (AS) pada Senin (7/1) pukul 08.42 WIB.

Bahkan pada pukul 11.00 WIB, Rupiah mampu menguat hingga Rp 13.990 per Dollar. Penguatan rupiah ini terjadi setelah kenaikan 1,02 persen pada Jumat (5/1/2019) pekan lalu.

Ekonom Maybank Myrdal Gunarto mengatakan, penguatan rupiah didorong oleh foreign money inflow seiring dengan aksi investor global yang kembali masuk ke pasar keuangan negara berkembang.

Foreign money inflow tersebut, dijelaskan Gunarto, yang menawarkan imbal hasil menarik serta valuasi bagus dengan latar belakang ekonomi yang cukup stabil dan solid.

Baca: Yuk Kenal Lebih Dekat Indo Botting Putra Gubernur Nurdin Abdullah, Karyanya Pernah Dipakai Jokowi

Baca: Untuk Pak Ogah di Makassar, Jika Masih Terus di Jalan, Ini Denda dan Ancaman Hukumannya

"Apalagi dalam beberapa hari terakhir, hasil rilis data ekonomi global mengecewakan dan imbal hasil obligasi Amerika Serikat semakin turun," ujarnya kepada Kontan.co.id, Minggu (6/1/2019).

"Karena ekspektasi kenaikan bunga The Fed yang lebih longgar karena komentar terakhir dari gubernur The Fed yang dovish," lanjutnya.

Tak hanya itu, Myrdal mengungkapkan alasan penguatan rupiah juga didukung oleh minat investor lelang SUN yang mencapai lebih dari Rp 55 triliun pekan lalu. 

Analis Monex Investindo Futures, Putu Agus Pransuamitra melihat penguatan rupiah utamanya akibat adanya inflow ke Indonesia yang terlihat dari penguatan bursa saham Indonesia.

"Di sisi lain, rilis data aktivitas manufaktur Amerika Serikat sebesar 54,1 jauh turun dari sebelumnya 59,3. Hal ini menunjukkan potensi melambatnya ekonomi Amerika yang memberikan tekanan bagi dollar," ujar Putu.

Perang Dagang China-AS

Halaman
123
Editor: Arif Fuddin Usman
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved