Begini Kisah Perjuangan Guru Ngajar di Babul Rahmah Dongkalang, Selayar

eorang guru PNS yang bertugas di Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Babul Rahmah Dongkalang, Desa Bontoborusu Selayar

Begini Kisah Perjuangan Guru Ngajar di Babul Rahmah Dongkalang, Selayar
Dok pribadi Nurmawati
Suasana Nurmawati naik kapal menuju tempat mengajar di Madrasah Ibtidaiyah swasta ( MIS) Babul Rahmah Dongkalang, Desa Bontoborusu Selayar, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. 

Laporan Wartawan TribunSelayar.com, Nurwahidah

TRIBUNSELAYAR.COM, BENTENG - Menjadi seorang guru menuntut tanggung jawab dan keikhlasan hati untuk berbagi ilmu dengan para siswa.

Tak hanya itu, beberapa guru harus berjuang di tempatnya mengajar.

Salah satunya Nurmawati. Seorang guru PNS yang bertugas di Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Babul Rahmah Dongkalang, Desa Bontoborusu Selayar, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan.

Untuk menuju sekolah tersebut, harus naik kapal sepuluh menit. Terkadang mengharuskan ia mengangkat sepatu saat turun ke laut bila air sedang surut.

Baca: Hari Menanam Pohon, Iksan Iskandar: Menanam Pohon Bisa Kapan Saja

Baca: Disdukcapil Terima Hibah 9000 Blangko KIA Dari Kemendagri

Baca: Siswa MA Muhammadiyah Sinjai Barat Dikeroyok Hingga Dilarikan ke RSUD Sinjai

"Saya mengajar selama sepuluh tahun, untuk menuju Sekolah dari Kota benteng menggunakan roda dua dengan perjalanan kurang lebih 25-30 menit, lalu tiba di Dermaga Padang ke Desa Bontoborusu Selayar, naik kapal kurang lebih tujuh sampai sepuluh menit. Tiba di Desa Bontoborusu, lanjut jalan kaki menuju Sekolah sekitar sembilan menit," Kata Nurmawati saat dihubungi Tribunselayar.com, melalui whatsapp, Jumat (30/11/2018).

Rintanganya, kata dia, tentu jika naik kapal menuju sekolah saat musim hujan/musim barat. Jadi harus selalu siap dengan mantel dan payung,

"Terkadang harus angkat sepatu turun ke laut bila air sedang surut dan lompat dari atas perahu ketika turun ke Bibir Pantai," tuturnya.

Ia menambahkan bahwa terangkat pada tahun 2005, ditempatkan di SDN Kahu-kahu selama tiga tahun lalu dimutasi ke Madrasah Ibtidaiyah swasta, Babul Rahmah tahun 2008.

"Motivasi mengajar di pulau, bagaimana supaya siswa menjadi berilmu, banyak pengetahuan, apalagi sebagian siswa adalah anak nelayan. Alhamdulillah salah satu siswa yang pernah saya ajar, saat ini sudah menjadi Mahasiswa di Unhas," katanya. (*)

Penulis: Nurwahidah
Editor: Nurul Adha Islamiah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved