Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Diduga Kurangi Takaran BBM, Warga Keluhkan Layanan SPBU Belang-belang Maros

Seorang pengendara asal Maros, Iskandar mengaku kecewa dengan pelayanan SPBU Belang-belang, Kelurahan Mancini Baji

Penulis: Ansar | Editor: Anita Kusuma Wardana
CITIZEN ISKANDAR
Petugas SPBU Belang-belang, Kecamatan Lau mengisi bahan bakar ke alat pengukur volume BBM. Dari 20 liter solar yang dibeli warga, hanya 19 liter yang terdeteksi. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe

TRIBUN TIMUR.COM, MAROS - Seorang pengendara asal Maros, Iskandar mengaku kecewa dengan pelayanan SPBU Belang-belang, Kelurahan Mancini Baji, Kecamatan Lau, Senin (26/11/2018).

Pihak SPBU diduga melakukan kecurangan dengan mengurangi takaran bahan bakar atau solar, yang dibeli oleh pengendara.

Iskandar sudah lama curiga dengan aksi petugas SPBU. Setiap kali membeli solar sebanyak 20 liter, jumlahnya kadang berkurang berdasarkan alat pengukur BBM kendaraan.

Hal tersebut membuat Iskandar membawa alat pengukur takaran bahan bahan bakar saat akan membeli solar.

Saat berada di SPBU, Iskandar meminta operator untuk mengisi alat tersebut dengan solar sebanyak 20 liter.

Di mesin pompa SPBU, menujukkan solar yang sudah keluar, sudah mencapai 20 liter. Namun pada alat pengukur, menunjukkan solar yang dibelinya hanya 19 liter.

"Sebenarnya sudah lama saya curiga ada kecurangan di SPBU itu. Saya beli solar, tapi kok jumlahnya beda di SPBU lain. Di SPBU itu, jumlahnya lebih sedikit," katanya.

Sebelumnya, jika beli solar, Iskandar hanya pasrah saja jika bahan bakar yang dibelinya berkurang. Alasanya, dia tidak memiliki alat khusus untuk memastikan dugaannya.

Setelah mendapat alat pengukur dari rekannya, Iskandar langsung membeli solar. Namun hasilnya, takaran memang tidak sesuai.

"Mungkin ada unsur kesengajaan. Kok bisa ada pengurangan takaran. Saya lihat pompanya juga sudah tidak memiliki segel," katanya.

Menurutnya tindakan yang dilakukan oleh SPBU Belang-belang, sangat merugikan para pembeli dan sudah melanggar hukum.

Hal yang dilakukan oleh SPBU Belang-belang, juga bisa terjadi di tempat lain. Hal tersebut terjadi, diduga kurangnya pengawasan dari pihak terkait.

"Apa yang telah dilakukan SPBU Belang-belang, tidak boleh dibiarkan. Pasti bukan hanya saya yang jadi korban, tapi pengendara lain juga," katanya.

Iskandar meminta kepada PT Pertamina supaya turun ke Maros dan menyisir semua SPBU.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved