Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Mengenal Lebih Dekat Alat Musik Tradisi Gendang Sere asal Ulusaddang Pinrang

Pinrang merupakan salah satu kabupaten yang memiliki kekayaan musik tradisi yang beragam.

Penulis: Hery Syahrullah | Editor: Anita Kusuma Wardana
zoom-inlihat foto Mengenal Lebih Dekat Alat Musik Tradisi Gendang Sere asal Ulusaddang Pinrang
Citizen Reporter/Roestam Alwi
Penabuh gendang sere asal Ulusaddang Pinrang

Laporan Wartawan TribunPinrang.com, Hery Syahrullah

TRIBUNPINRANG.COM, LEMBANG - Pinrang merupakan salah satu kabupaten yang memiliki kekayaan musik tradisi yang beragam.

Salah satu tradisi musik asli Pinrang yang hampir tak pernah muncul di permukaan adalah Gendang Rebana Sere.

Tradisi khas itu tepatnya berasal dari Ulusaddang, Kecamatan Lembang, Kabupaten Pinrang. Desa yang berpijak cukup jauh dari perkotaan, akrab dengan lembah yang hening, pegunungan yang dingin dan jauh dari kebisingan kota.

Baca: Ternyata Hanya Gara-gara Pesan WhatsApp Tak DIbalas, Rahman Aniaya Pacarnya

Baca: Anggaran Pengamanan Pilkades di Soppeng Rp 1,2 M, Polri Terbanyak

Menurut Penggiat Musik Eksperimental asal Pinrang, Roestam Alwi, Gendang Rebana Sere adalah salah satu alat musik tradisional yang dimainkan dengan tabuhan.

Alat musik ini sudah hampir tidak dikenali lagi oleh masyarakat setempat.

"Sudah berpuluh-puluh tahun alat musik ini hanya tersimpan di dalam lemari. Tepatnya di rumah sederhana yang ada di desa tersebut," katanya saat berbincang dengan TribunPinrang.com, Selasa (13/11/2018).

Baca: 3 Pilihan Keputusan BKN Terkait Gugur Massal SKD CPNS 2018 Bagaimana Nasib yang Lulus Passing Grade?

Baca: Jelang Lawan Timnas Indonesia, Pelatih Timor Leste Kritik Rumput Gelora Bung Karno, Ini Katanya

Baca: 3 Pilihan Keputusan BKN Terkait Gugur Massal SKD CPNS 2018 Bagaimana Nasib yang Lulus Passing Grade?

Roestam menyebutkan, Gendang Sere dibuat dari kulit kambing dan jenis kayu tertentu. Alat musik ini biasanya dimainkan dengan jumlah yang tidak terbatas, yang terdiri dari penabuh dan penari.

"Gendang Sere ini biasanya dimainkan oleh masyarakat pada acara-acara tertentu, seperti acara pernikahan, panen dan lain-lain. Dalam memainkannya, juga ada doa khusus yang dipanjatkan oleh penabuh," jelas penggiat Sanggar Seni Batari Oghi'e Pinrang ini.

Roestam mengungkapkan, cukup sulit untuk menghadirkan pemain Gendang Sere. Itu karena umur para penabuh sudah hampir melebih 150 tahun.

"Salah satu penabuh yang saya kenal adalah Ambe Ngarra, umur beliau sudah seratusan lebih. Beberapa waktu lalu, kami mengundang beliau tampil dalam acara panggung ekspresi," ujarnya.

Baca: Isu Persija Disetting Juara dan Belajar Kasus Bhayangkara FC Musim Lalu, Ini Kata Eks Pelatih PSM

Baca: Hari Kesehatan Nasional, Nurdin Abdullah: Ini Moment Introspeksi Diri Dibidang Kesehatan

Selain itu, lanjut Roestam, proses belajar memainkan Gendang Sere juga tak mudah. Ada beragam proses yang harus ditempuh.

"Bukan hanya sekedar ditabuh, alat musik ini juga memiliki pola tabuhan yang tidak boleh di ubah-ubah atau dikreasikan seenaknya. Itu karena alat musik ini cukup sakral, bahkan untuk belajar alat musik ini harus melalui proses ritual," jelasnya.

Roestam pun mengajak kepada seluruh masyarakat Kabupaten Pinrang, agar melestarikan segala bentuk tradisi dan kebudayaan peninggalan para pendahulu.

"Tentunya sebagai bentuk apresiasi terhadap kekayaan budaya kita," pungkasnya.(*)

Lebih dekat dengan Tribun Timur, subscribe channel YouTube kami: 

Follow juga akun instagram official kami: 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved