Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Hari Kesehatan Nasional, Nurdin Abdullah: Ini Moment Introspeksi Diri di Bidang Kesehatan

pemprov Sulsel memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke 54 dengan upacara di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel

Penulis: Saldy Irawan | Editor: Suryana Anas
Humas Pemprov Sulsel
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke 54 dengan upacara di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Jl Sungai Tangka, kota Makassar, Selasa (13/11/2018). 

Laporan wartawan Tribun Timur, Saldy

TRIBUN-TIMUR.COM,MAKASSAR - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke 54 dengan upacara di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Jl Sungai Tangka, kota Makassar, Selasa (13/11/2018).

Dalam upacara itu, Gubernur Sulsel Prof HM Nurdin Abdullah bertindak sebagai inspektur upacara (Irup).

Saat itu, Nurdin membacakan sambutan serentak Menteri Kesehatan RI tentang hidup sehat.

Ia menyebutkan hidup sehat sejalan dengan program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) dan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK), yang menekankan pada upaya promotif dan preventif sebagai pendekatan pembangunan kesehatan.

Baca: Di Acara Apkasi, Bupati Soppeng Lobi Jokowi Buka Festival I Lagaligo

Baca: Bentuk Karakter, PCA Makassar Gelar Diksar Angkatan IV 2018

Baca: Prediksi Susunan Pemain Timnas vs Timor Leste, Live Streaming RCTI di Piala AFF 2018, Nonton di HP

"Kesempatan ini juga merupakan momentum yang baik untuk kita merenungkan dan introspeksi terhadap apa yang telah kita capai dalam pembangunan kesehatan, kata Nurdin.

Menurutnya Indonesia sekarang sedang menghadapi transisi epidemiologi.

"Terkait dengan penyakit itu kita menghadapi tiga beban penyakit (triple burden of diseases). Beban
penyakit yang diukur dari tahun yang hilang akibat kematian dini, telah bergeser dari penyakit menular ke arah penyakit tidak menular, seperti penyakit jantung, gagal ginjal, diabetes, kanker, dan sebagainya," ujarnya.

Namun di sisi lain, muncul ancaman penyakit infeksi baru, seperti flu burung, ebola, TB resisten obat, dan lain-lain.

Di sisi lainnya lagi, kita juga masih dihadapkan pada masalah penyakit menular yang belum selesai, seperti demam berdarah, TB, malaria, HIV/AIDS, filariasis, dan cacingan,

Terkait dengan masalah gizi, lndonesia menghadapi beban ganda (double burden of nutrition probiem).

Di satu sisi, menghadapi masalah under-nutrisi (gizi kurang, pendek/ stunting, dan kurus); namun di sisi lain, juga dihadapkan pada masalah over-nutrisi, yakni masalah obesitas/kegemukan.

Hasil Riset Kesehatan Dasar Tahun 2018 oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan menunjukkan bahwa berbagai indikator pembangunan kesehatan mengalami perbaikan, namun juga masih ada indikator yang perlu terus diperbaiki dan ditingkatkan.

Angka stunting pada balita telah turun dari 37,2 persen tahun 2013 menjadi 30,8 persen pada tahun
2018.

Hal ini sejalan dengan perbaikan pada beberapa indikator Kesehatan ibu dan anak, seperti antenatal Care, persalinan oleh tenaga kesehatan, perawatan ibu nifas, dan pelayanan kesehatan pada bayi dan balita.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved